fin.co.id - Lionel Messi kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola. Bintang asal Argentina itu mencetak dua gol saat membawa Inter Miami menang telak 5-1 atas New York Red Bulls, dan torehan itu membawanya melampaui Cristiano Ronaldo dalam urusan gol non-penalti.
Kini, Messi telah mengoleksi 764 gol tanpa penalti, unggul tipis dari Ronaldo yang mencatatkan 763 gol non-penalti.
Statistik ini hanya menghitung gol dalam pertandingan resmi dan mengecualikan penalti – metrik yang kerap digunakan untuk menilai kehebatan seorang pemain dalam situasi permainan terbuka.
Meski kini bermain di Major League Soccer (MLS) yang level kompetisinya dianggap lebih rendah dibanding Eropa, Messi tetap menunjukkan pengaruh besar. Di usianya yang ke-37, ia terlibat langsung dalam hampir semua gol yang dicetak Inter Miami musim ini.
Namun, mayoritas gol non-penalti Messi dicetak saat masih berseragam Barcelona antara tahun 2004 hingga 2021.
Saat itu, Messi bermain dalam sistem permainan yang menekankan pergerakan antar lini dan kreativitas individual, sebuah lingkungan yang sangat mendukung gaya bermainnya.
Baca Juga
Di sisi lain, Cristiano Ronaldo masih unggul dalam jumlah total gol resmi secara keseluruhan – lebih dari 900 gol. Tapi perlu dicatat, Ronaldo juga tampil dalam sekitar 200 pertandingan resmi lebih banyak dibanding Messi.
Sebagian besar gol Ronaldo berasal dari ketajamannya di kotak penalti dan kemampuannya mengeksekusi penalti. Tercatat, ia sudah mencetak lebih dari 150 gol dari titik putih, yang berkontribusi signifikan pada total gol sepanjang kariernya.
Statistik terbaru ini kembali memanaskan debat panjang soal siapa pemain terbaik sepanjang masa (GOAT).
Meski angka ini bukan penentu mutlak, banyak pihak melihat gol non-penalti sebagai indikator penting karena lebih menggambarkan kemampuan alami pemain dalam mencetak gol dari permainan terbuka.
Baca Juga
Tak hanya dibandingkan dengan Ronaldo, capaian Messi ini juga mencolok bila disejajarkan dengan legenda-legenda lain seperti Pelé, Romário, atau Josef Bican. Meski mereka punya catatan gol luar biasa, data yang tersedia kerap tidak disertai konsensus global.
Secara taktis, Messi juga menunjukkan evolusi. Meski tak lagi meledak-ledak seperti di masa muda, ia bertransformasi menjadi pemain dengan peran lebih sentral seperti playmaker atau false 9. Tapi satu hal yang tak berubah: ketajamannya di depan gawang tetap menakutkan. Menurut data Opta, tingkat konversi peluang bersih Messi masih termasuk yang tertinggi di dunia.
Usai membawa Argentina menjuarai Copa America 2024, Messi kini menatap Piala Dunia 2026. Dan dengan pencapaian demi pencapaian yang terus ia raih, warisan sang maestro tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Bagi sebagian orang, keunggulan gol non-penalti ini mungkin tampak sepele. Namun, bagi penggemar sepak bola yang mencintai permainan mengalir dan spontanitas di lapangan, ini adalah bukti kejeniusan sejati Lionel Messi.