fin.co.id - Permintaan dari PSSI untuk mengubah jadwal laga kedua melawan Irak dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akhirnya dikabulkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Perubahan ini dimaksudkan untuk memberi waktu pemulihan yang lebih baik bagi skuad Garuda.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya menerima konfirmasi waktu pertandingan dari AFC untuk dua laga penting timnas Indonesia, yaitu kontra Arab Saudi dan Irak.
"Lalu didapatkan juga surat tertulis bahwa slot bermain kita itu main 20.15 (waktu setempat) untuk gim pertama (melawan Arab Saudi), dan gim kedua jam 18.30 (waktu setempat, melawan Irak). Kami langsung diskusi internal bersama BTN dan tim kepelatihan, bahwa kita harus coba bicara secara sportivitas dan mengangkat memang perlu waktu recovery," jelas Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Erick menambahkan bahwa jarak tempuh perjalanan yang lebih jauh dibanding tim-tim Timur Tengah lain menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk meminta penjadwalan ulang.
"Karena kita salah satu tim yang terbang terjauh dibanding negara Timur Tengah lain, ada perbedaan waktu juga, jadi kita kirim surat ke AFC."
Beruntung, AFC merespons positif permintaan tersebut dan menyetujui pergeseran waktu pertandingan kedua melawan Irak.
"Alhamdulillah AFC merespons dengan baik, laga kedua dimundurkan dari 18.30 jadi 22.30, kita jadi cukup waktu," ungkapnya.
Berdasarkan penyesuaian jadwal tersebut, duel melawan Arab Saudi tetap akan digelar pada 9 Oktober pukul 00.15 WIB, sedangkan laga menghadapi Irak akan berlangsung pada 12 Oktober pukul 02.30 WIB.
Dalam kesempatan yang sama, Erick menegaskan bahwa PSSI menerima keputusan AFC mengenai penunjukan Arab Saudi dan Irak sebagai tuan rumah pertandingan, namun tetap memperjuangkan hak yang adil bagi timnas Indonesia.
"Tapi yang kita challenge itu pukul 18.00 itu, dan ada aturan 48 jam recovery, dan jika kita lihat jangka waktu kita terbang, ada beda waktu juga, dan situasi temperatur yang panas di sana, ya tentu kita coba adil saja," ujar Menteri BUMN itu.
Ia juga menekankan bahwa pengajuan perubahan jam tanding tersebut tidak melanggar ketentuan yang berlaku di kalender internasional, melainkan masih dalam koridor FIFA Matchday.
"Slot FIFA Matychday ini kan cuma 10 hari, jika biasa diisi dua pertandingan, diisi tiga ini, ya tarik ulur, maju mundur tidak mudah, jadi kita coba men-challenge sesuatu yang rasional, enggak mungkin kita men-challenge sesuatu yang susah, dan memang jika ingin dihargai, kita challenge hal yang sesuai, bukan yang memang sulit," pungkas Erick.
AFC Sepakat Ubah Jadwal Timnas vs Irak Sesuai Permintaan PSSI
sport.fin.co.id - 25/07/2025, 07:30 WIB
Tim Redaksi
Timnas Indonesia. Image (Istimewa).