fin.co.id - Alejandro Garnacho dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Chelsea, menandai langkah besar dalam potensi kepindahannya dari Manchester United pada bursa transfer musim panas ini.
Menurut laporan dari pakar transfer terpercaya, Fabrizio Romano, pemain muda asal Argentina tersebut telah menyetujui semua detail kontrak pribadi bersama The Blues. Namun, kesepakatan antara Chelsea dan Manchester United mengenai biaya transfer belum tercapai.
Hubungan antara Garnacho dan pelatih kepala Man United, Ruben Amorim, disebut-sebut memburuk pasca-final Liga Europa. Ketegangan itu memicu keputusan Garnacho untuk angkat kaki dari Old Trafford.
Meski Napoli dan Atletico Madrid menunjukkan minat, Garnacho memilih untuk tetap berkarier di Premier League. Chelsea pun muncul sebagai klub terdepan yang siap meminangnya.
Perbedaan Nilai Transfer Masih Jadi Hambatan
Pada awal jendela transfer, Man United dikabarkan mematok harga £70 juta untuk Garnacho. Namun, Chelsea hanya bersedia membayar sekitar £30 juta.
Kini, Setan Merah disebut menurunkan harga ke angka £45 juta, dan masih menunggu apakah Chelsea bersedia memenuhi permintaan tersebut.
Baca Juga
Pemain berusia 21 tahun itu telah menegaskan keinginannya untuk bergabung dengan Chelsea sejak awal Juli lalu. Klub asal London itu juga tengah mengejar Xavi Simons dari RB Leipzig demi memperkuat lini depan mereka di bawah asuhan Enzo Maresca.
Performa Mengesankan di Tengah Musim Sulit
Terlepas dari konflik internal, Garnacho tampil gemilang musim lalu dengan mencetak 11 gol dan 10 assist dalam 58 pertandingan.
Secara keseluruhan, ia telah menyumbang 26 gol dan 22 assist dari 144 laga bersama Man United, catatan impresif untuk pemain seusianya.
Namun, performa di lapangan tak sepenuhnya menutupi kekhawatiran soal sikap dan etika profesionalnya, yang selama ini jadi perhatian manajemen Setan Merah.
Baca Juga
Chelsea, yang sudah memiliki sejumlah pemain depan bertalenta, kini dihadapkan pada dilema: apakah Garnacho adalah rekrutan tepat untuk menyempurnakan skuad mereka, atau justru menambah kompleksitas di ruang ganti?