fin.co.id - Kekalahan Liverpool dari Crystal Palace di ajang Community Shield 2025 memunculkan kembali perdebatan soal keseimbangan antara serangan dan lini belakang tim asuhan Arne Slot.
Meski tampil memukau di sektor ofensif, The Reds tetap kesulitan menjaga gawangnya dari kebobolan. Apakah pertahanan Liverpool sedang berada di titik lemah?
Serangan Tajam, Pertahanan Rapuh
Menurut laporan Sky Sports, Liverpool tampil menyerang dengan gaya khas Arne Slot, mengandalkan kreativitas dari Hugo Ekitike, Florian Wirtz, Milos Kerkez, dan Jeremie Frimpong.
Serangan mereka terlihat cair, cepat, dan penuh variasi. Namun, setiap kali kehilangan bola, pertahanan Liverpool terlihat terbuka lebar sehingga lawan mudah menembusnya.
Crystal Palace memanfaatkan celah itu dengan sangat baik, dua kali menyamakan kedudukan, lalu akhirnya menang lewat adu penalti.
Baca Juga
Bahkan, Alisson harus melakukan beberapa penyelamatan krusial untuk menghindari kebobolan lebih banyak.
Masalah yang Berulang di Pra-Musim
Kelemahan pertahanan Liverpool ini bukan hal baru. Dalam beberapa laga pra-musim, mereka sudah menunjukkan pola serupa: tajam di depan, tetapi rentan di belakang.
Arne Slot sendiri mengakui setelah laga bahwa timnya memerlukan sedikit penyesuaian di lini pertahanan untuk menghadapi lawan yang memiliki kecepatan serangan balik.
Hasil pra-musim Liverpool:
Baca Juga
-
Preston 1-3 Liverpool
-
Liverpool 5-0 Stoke
-
Liverpool 2-4 AC Milan
-
Yokohama F. Marinos 1-3 Liverpool
-
Liverpool 4-1 Athletic Club
-
Liverpool 3-2 Athletic Club
Dari enam laga, The Reds kebobolan 10 gol, menunjukkan bahwa stabilitas di lini belakang masih jadi pekerjaan rumah.