fin.co.id – Perjalanan Janice Tjen di turnamen WTA 250 Sao Paulo 2025 harus berhenti di partai puncak. Petenis asal Jakarta itu mengaku menghadapi tantangan berat saat melawan wakil Prancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah, pada final yang digelar di Parque Villa Lobos, Brasil, Minggu, 14 September 2025 waktu setempat atau Senin, 15 September 2025 pagi WIB.
Dalam laga yang berlangsung selama 1 jam 22 menit, Janice menyerah dua set langsung dengan skor 3-6 dan 4-6. Hasil ini membuat Rakotomanga tampil sebagai juara edisi perdana turnamen di Sao Paulo.
Pertandingan Penuh Tekanan
Sejak awal laga, Janice menghadapi tekanan besar dari lawan yang bermain lebih konsisten. Tekanan tersebut berimbas pada banyaknya kesalahan yang ia buat di momen-momen penting. Dari sepuluh peluang break point yang ia dapatkan, hanya dua yang bisa ia konversi menjadi poin. Sebaliknya, Rakotomanga mampu memanfaatkan empat dari delapan peluang break point yang ia miliki.
Meski begitu, Janice tetap memberikan perlawanan berarti. Ia tidak menyerah begitu saja dan bahkan mampu memaksa lawannya beberapa kali melakukan kesalahan serupa.
Respons Juara Baru
Rakotomanga sendiri mengaku tidak menyangka bisa menjuarai turnamen ini. “Babak pertama sangat sulit dan saya tidak tahu saya akan memenangkan 250 ini di Brasil dalam edisi pertama. Jadi, saya tidak tahu harus berkata apa,” ujarnya dalam keterangan resmi WTA.
Ucapan itu mencerminkan betapa ketatnya pertandingan meski skor akhir memperlihatkan keunggulan Rakotomanga.
Baca Juga
Statistik Menarik Janice
Terlepas dari kekalahan, Janice tetap mencatatkan sejumlah statistik impresif. Ia membukukan empat ace sepanjang pertandingan, sementara lawannya tidak mencatat satu pun. Catatan itu menunjukkan bahwa Janice memiliki senjata andalan yang bisa terus diasah untuk turnamen berikutnya.
Selain itu, performa solidnya dalam debut di tur WTA langsung membuahkan peningkatan signifikan pada peringkat dunia. Petenis berusia 23 tahun tersebut diperkirakan naik ke posisi 103 WTA, rekor tertinggi sepanjang kariernya sejauh ini.
Pencapaian Bersejarah bagi Tenis Indonesia
Final di Sao Paulo menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier Janice. Keberhasilannya lolos ke partai puncak turnamen WTA menepis keraguan soal kemampuannya bersaing di level internasional. Hal ini juga memperkuat sinyal positif setelah penampilan impresifnya di AS Terbuka 2025 bulan lalu.
Lebih jauh lagi, keberadaan Janice di panggung utama tenis dunia mengakhiri penantian panjang tenis putri Indonesia. Terakhir kali publik Tanah Air menyaksikan wakilnya tampil di Grand Slam adalah ketika Angelique Widjaja turun di US Open 2004.