Rizky Ridho Minta Perbaikan Rumput JIS Usai Konser NCT Dream

sport.fin.co.id - 15/09/2025, 14:59 WIB

Rizky Ridho Minta Perbaikan Rumput JIS Usai Konser NCT Dream

Rizky Ridho minta rumput JIS segera diperbaiki usai konser NCT Dream agar permainan Persija Jakarta di Super League tidak terganggu

fin.co.id – Pemain belakang Persija Jakarta, Rizky Ridho, menyoroti kondisi rumput di Jakarta International Stadium (JIS) yang dianggap mengganggu permainan tim. Ia meminta pihak pengelola stadion segera melakukan perbaikan setelah digunakan untuk berbagai acara non-olahraga, termasuk konser NCT Dream pada 27–28 September 2025 mendatang.

Macan Kemayoran, julukan Persija Jakarta, memang harus menyingkir sementara dari JIS karena stadion utama mereka akan dipakai untuk konser grup K-pop tersebut. Akibatnya, skuad asuhan Mauricio Souza akan melanjutkan pertandingan Super League musim 2025/2026 dengan bertandang ke markas lawan.

Kritik Rizky Ridho terhadap Kondisi Rumput

Rizky Ridho menyampaikan kritiknya usai laga melawan Bali United di JIS, Minggu, 14 September 2025. Menurutnya, rumput stadion mengalami kerusakan setelah dipakai untuk acara di luar sepak bola. Kondisi itu menghambat aliran bola yang seharusnya menjadi kunci serangan balik Persija.

“Saya minta masukan kalau bisa setelah konser rumputnya diperbaiki,” ujar Rizky. Ia menambahkan, “Saat main di kandang dengan dukungan suporter luar biasa, kami tidak bisa melakukan serangan balik dengan baik karena lapangannya naik-naik.”

Bagi Ridho, perbedaan sangat terasa ketika Persija tampil tandang. “Karena saat main di away bisa main satu dua touch,” ucap bek berusia 23 tahun itu. Ia berharap pengelola stadion segera memperbaiki kualitas rumput agar performa tim tidak kembali terganggu di laga kandang berikutnya.

Persija Pertahankan Tren Positif

Meski menghadapi kendala teknis di kandang, Persija Jakarta masih menjaga tren positif di Super League musim ini. Dalam lima laga awal, Macan Kemayoran tidak sekalipun menelan kekalahan. Hasil imbang 1-1 melawan Bali United membuat mereka mengoleksi 11 poin dari tiga kemenangan dan dua seri.

Ketika menjamu Bali United, Mauricio Souza menilai permainan timnya berbeda di setiap babak. “Kedua babak berbeda,” katanya. Menurut pelatih asal Brasil itu, pada babak pertama Persija kesulitan keluar dari tekanan yang dibangun lawan. “Babak pertama susah keluar dari pressing yang dibuat Bali United,” jelasnya.

Babak Kedua Lebih Dominan

Perubahan terjadi pada babak kedua. Souza melihat Jordi Amat dan kawan-kawan tampil lebih menekan hingga mampu mendikte permainan lawan. “Di babak kedua berbeda, kami dapat banyak kesempatan untuk mencetak gol, saya tidak ingat Bali menyerang gawang kita,” ungkapnya.

Namun, dominasi Persija tidak diikuti penyelesaian akhir yang maksimal. Peluang yang diciptakan Gustavo Almeida dan rekan-rekan belum mampu menambah gol. “Babak kedua memang dominan Persija, tapi kami tidak bisa mencetak gol,” pungkas Souza.

Tantangan Menghadapi Jadwal Padat

Persija Jakarta kini menghadapi jadwal padat dengan kondisi yang tidak sepenuhnya ideal. Selain harus beradaptasi dengan pertandingan tandang, tim juga dituntut menjaga konsistensi performa di tengah kompetisi yang semakin ketat. Dukungan suporter dan kesiapan stadion menjadi faktor penting untuk mempertahankan momentum positif.

Bagi Rizky Ridho dan rekan-rekannya, keberadaan JIS sebagai kandang utama memiliki arti penting. Namun, kualitas lapangan yang prima menjadi syarat agar gaya permainan cepat dan efektif mereka bisa berjalan optimal. Harapan agar perbaikan dilakukan pascakonser menjadi sorotan utama demi keberlangsungan prestasi Persija di musim ini. (Dimas Rafi)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID