fin.co.id - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menanggapi reaksi pihak lain atas kemajuan Timnas Indonesia, yang kini menunjukkan peningkatan signifikan di bawah asuhan Patrick Kluivert. Timnas berhasil melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang akan berlangsung Oktober mendatang.
Erick menegaskan, kemajuan ini tidak lepas dari peran semua pihak, termasuk dukungan terhadap pemain naturalisasi dan diaspora, yang turut membantu menaikkan peringkat FIFA Indonesia ke posisi 119 dengan 1.157,98 poin.
Namun, Erick mengungkapkan kekecewaannya atas sikap berlebihan dari pihak lain dalam menyikapi kebangkitan sepak bola Indonesia. Ia menyinggung batalnya laga uji coba melawan Kuwait dan menyampaikan protes resmi terhadap netralitas FIFA dan AFC terkait:
1. Penunjukan tuan rumah yang sebelumnya netral, namun kini ditetapkan.
2. Jadwal pertandingan Indonesia yang awalnya dijadwalkan pukul 18.00 WIB, namun kemudian digeser menjadi 20.15 WIB atas permintaan PSSI.
3. Pemilihan wasit dari kawasan yang sama dengan lawan (Kuwait), yang dinilai tidak netral.
Baca Juga
Erick menyatakan bahwa PSSI telah mengirim surat resmi ke FIFA melalui Sekjen PSSI, sementara ia sendiri akan mengirimkan surat kepada AFC, untuk meminta keadilan dan netralitas dalam pelaksanaan kualifikasi.
Ia menyarankan agar wasit berasal dari wilayah yang lebih netral seperti Australia, Jepang, China, atau bahkan dari Eropa.
"Esensi sepak bola adalah berkompetisi secara sehat," tegas Erick, sembari berharap tuntutan PSSI mendapat perhatian dan persetujuan dari pihak terkait.
(Dimas Rafi)