fin.co.id - Persita Tangerang harus menghadapi kenyataan pahit jelang laga kandang melawan Persib Bandung. Pertandingan yang semula dijadwalkan di Indomilk Arena, Tangerang, terpaksa dipindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Keputusan mendadak ini membuat pelatih Persita, Carlos Pena, merasa geram.
"Persiapan kami sepanjang pekan ini jadi tidak normal. Kami baru tahu dua hari lalu bahwa kami harus bermain di Bali. Sulit dimengerti mengapa Persita dan Persib harus bermain di Bali," ujarnya.
Pena menambahkan, situasi ini menyulitkan timnya dalam menyusun rencana persiapan. "Ini tidak bagus untuk tim lawan (Persib), juga untuk kami. Sangat sulit membuat rencana yang matang," keluhnya.
Ini adalah kali kedua Persita gagal bermain di hadapan pendukungnya sendiri musim ini. Sebelumnya, saat menjamu PSM Makassar di pekan keempat, mereka juga harus bermain di Banten International Stadium.
"Kami tidak bisa bermain di depan suporter kami. Persib juga akan bermain di turnamen lain dalam empat hari. Tentu sulit bagi mereka untuk merencanakan semuanya. Pemain butuh stabilitas dan dukungan suporter. Kami ingin bermain di hadapan mereka, tapi sayangnya kami tidak bisa," kata Pena.
Senada dengan pelatih, penjaga gawang Igor Rodrigues mengakui sulitnya bermain tanpa dukungan suporter. "Seperti yang pelatih katakan, situasi ini tidak bagus untuk semuanya. Tapi kami tidak akan menjadikannya alasan. Kami akan berusaha lebih keras untuk mendapatkan tiga poin," tandasnya.