fin.co.id - Prestasi membanggakan datang dari atlet muda Indonesia, Handezka Vaktorias, yang berhasil menyumbangkan medali perunggu pada ajang World Youth and Junior Sambo Championship 2025. Menariknya, Handezka mengaku baru benar-benar mendalami teknik dasar olahraga sambo selama sekitar sepuluh hari saat menjalani Training Camp (TC) di Karawang.
"Saya baru fokus berlatih teknik sambo 10 hari saat menjalani TC di Karawang. Sebelumnya saya merupakan atlet gulat," ujar Handezka di Bogor, Sabtu, 4 Oktober 2025.
Siswa SMA Negeri 2 Gunung Talang ini sejatinya telah menekuni dunia gulat selama 11 tahun. Ia pun mengakui adanya perbedaan besar antara kedua cabang olahraga tersebut.
"Kalau di gulat tidak ada pukulan. Sedangkan di sambo, saya main di combat yang pakai pukulan, tendangan, kuncian, ya itu bedanya," jelasnya.
Kendati baru menapaki dunia sambo, Handezka mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari pengalaman bertanding di tingkat dunia.
"Tapi saya jadi punya pengalaman berharga dari kekalahan ini untuk lebih berkembang di kemudian hari. Harus selalu tetap fokus hingga pertandingan berakhir," pungkas Handezka.
Baca Juga
Pelatih Tim Nasional Sambo Indonesia, Yusmin Johan, menilai capaian tersebut menjadi awal positif bagi perkembangan olahraga sambo di Tanah Air.
"Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Tapi dengan adanya kejuaraan ini, para atlet mendapatkan pengalaman berharga di level dunia," ujar Yusmin.
Sementara itu, Manajer Timnas Sambo Indonesia, Nurfirmanwansyah, menyebut keberhasilan Handezka menjadi dorongan semangat bagi para atlet muda lainnya.
"Hasil satu medali perunggu sudah bagus, apalagi atlet kita masih minim pengalaman bertanding internasional. Kami berharap ini menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi," ungkapnya.
Baca Juga
Handezka meraih medali setelah menang telak atas wakil Maroko, Wail Laarif, di laga perdana. Kemenangan itu mengantarkannya ke babak semifinal melawan Rasul Dzhabrailov dari Turkmenistan — atlet yang sebelumnya menyingkirkan Nurassyl Klyshbayew asal Kazakhstan.
Meski tampil gigih, Handezka harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor tipis 0–1, yang tetap mengantarkannya membawa pulang medali perunggu untuk Indonesia.
Sayangnya, keberhasilan Handezka belum diikuti rekan-rekannya. Beberapa atlet Tanah Air harus terhenti lebih awal meski telah menunjukkan performa terbaik.
Rahma Halizah sempat membuka peluang di kelas -59 kg Sport Sambo Remaja Putri dengan kemenangan 4–0 atas Jade Claassen (Belanda), namun langkahnya terhenti setelah dikalahkan Carla Albitos (Spanyol) dan Violetta Kumechko (Uzbekistan) di babak repechage.
Sementara Nabila Ramadhani, yang berlaga di kelas -80 kg, juga belum beruntung setelah kalah dari Madina Suleimanova (FIAS1) dan kembali tumbang dari Eka Zamtarashvili (Georgia).