Magomed Ankalaev Dibuat TKO, Si Serigala Rusia Khamzat Chimaev Tantang Alex Pereira Meski Beda Kelas

sport.fin.co.id - 07/10/2025, 08:31 WIB

Magomed Ankalaev Dibuat TKO, Si Serigala Rusia Khamzat Chimaev Tantang Alex Pereira Meski Beda Kelas

Petarung kelahiran Chechnya Khamzat Chimaev

fin.co.id - UFC 320 di T-Mobile Arena, Las Vegas, menjadi panggung kebangkitan Alex Pereira. Petarung asal Brasil itu tampil buas ketika menghadapi Magomed Ankalaev dalam duel kelas berat ringan yang berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat atau Minggu 5 Oktober 2025 pagi WIB.

Hanya butuh waktu 80 detik bagi Poatan untuk menyudahi perlawanan lawannya. Dengan kombinasi pukulan dan sikutan yang nyaris tanpa celah, Pereira menuntaskan laga lewat kemenangan TKO. Hasil itu sekaligus membayar tuntas kekalahannya dari Ankalaev dalam pertemuan pertama mereka.

Kemenangan kilat itu ternyata langsung menarik perhatian dari bintang UFC lainnya, Khamzat Chimaev. Petarung asal Swedia berdarah Chechnya itu menantang Pereira secara terbuka tak lama setelah duel usai.

“Selamat untukmu, Alex,” tulis Chimaev di akun Twitternya. “Sekarang, kita harus menyelesaikan masalah yang belum beres itu.”

Tantangan tersebut sontak menjadi sorotan publik karena keduanya berkompetisi di kelas berbeda. Pereira berstatus juara di kelas berat ringan, sementara Chimaev berkiprah di kelas menengah dengan berat sekitar 183 pound atau 83 kilogram. Jika duel ini benar-benar terjadi, Chimaev harus menaikkan bobotnya hingga 205 pound atau sekitar 93 kilogram.

Meski begitu, Si Serigala tampaknya tidak gentar sedikit pun. Ia bahkan menegaskan kesiapannya untuk naik kelas demi menghadapi Pereira.

“Saya siap untuk melawan Anda di kelas berat,” ucap Chimaev lagi.

“Anda tidak akan bisa menemukan pertarungan yang lebih besar dari melawan saya. Ini bukan Chama, tetapi Smash Everybody,” imbuhnya.

Sementara itu, kemenangan di UFC 320 membuat Pereira kembali memegang sabuk juara kelas berat ringan yang sempat lepas pada 2024. Petarung berjuluk Poatan itu sempat mengisyaratkan niat untuk naik ke kelas berat dan menantang sang penguasa, Jon Jones.

Namun rencana tersebut sementara ia tunda setelah mendengar kabar duka yang menimpa keluarga Jones.

“Dengan rasa hormat, saya ingin meminta duel lawan Jon Jones di White House,” kata Pereira. “Tetapi, dengan apa yang sedang dia alami, maka baiknya saya tak melakukan hal itu dahulu.”

Meski begitu, semangat bertarung Pereira tetap menyala. Ia menegaskan tak perlu gelar interim untuk membuktikan dirinya sebagai salah satu petarung paling aktif di UFC.

“Saya pikir, saya tidak membutuhkan hal semacam itu. Semua orang tahu betapa rajinnya saya bertarung... Jadi, hal itu takkan jadi masalah,” ujarnya menutup pernyataan.

Pertarungan antara Pereira dan Chimaev memang masih jauh dari kepastian, namun jika benar terjadi, duel lintas kelas ini jelas akan menjadi salah satu laga terbesar dalam sejarah UFC modern.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca