fin.co.id - Baru tiga hari berlalu sejak kekalahan menyakitkan 2-3 dari Arab Saudi, sorotan publik kembali tertuju pada tim nasional Indonesia. Pada Minggu dini hari 12 Oktober 2025, skuad asuhan Patrick Kluivert akan kembali turun ke lapangan menghadapi Irak dalam duel terakhir Grup B putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, laga yang akan menentukan nasib Garuda.
Kekalahan bukan lagi pilihan. Indonesia wajib menang jika ingin menjaga asa tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah, atau setidaknya memperpanjang napas melalui jalur playoff.
Statistik memang belum berpihak. Dalam enam pertemuan terakhir, Indonesia belum sekalipun menaklukkan Irak, tim yang pernah menjadi juara Piala Asia 2007 dan kini sedang dalam performa stabil.
Tiga laga terakhir memperlihatkan dominasi Irak. Dimulai dari kekalahan 1-5 di Basra pada 16 November 2023 saat era Shin Tae-yong, dilanjutkan kekalahan 1-3 di fase grup Piala Asia 2023, dan terakhir kekalahan 0-2 di Gelora Bung Karno pada Juni 2024. Tiga hasil imbang yang terjadi sebelum 2013 kini hanya menjadi catatan sejarah yang tak lagi relevan dengan kondisi kedua tim saat ini.
Sebagai catatan tambahan, Irak baru saja menjuarai King’s Cup 2025 di Thailand usai menundukkan tuan rumah dengan skor tipis 1-0.
Namun semua catatan itu tak seharusnya membuat Garuda kehilangan kepercayaan diri. Skuad Indonesia kali ini punya materi pemain yang jauh lebih solid, dengan perpaduan talenta muda, pemain diaspora, dan hasil naturalisasi yang meningkatkan daya saing di Asia.
Soal semangat juang, tak perlu diragukan. Kini semua tergantung pada taktik dan keputusan Kluivert di laga krusial ini. Kritik terhadap strategi saat melawan Arab Saudi mulai dari formasi empat bek hingga keputusannya memainkan Marc Klok selama 90 menit, menjadi bahan evaluasi penting. Kini, pelatih asal Belanda itu tak punya ruang lagi untuk bereksperimen.
Nama besar Kluivert sebagai legenda sepak bola Eropa sekaligus pelatih muda berbakat akan diuji di laga ini. Kemenangan menjadi satu-satunya jalan untuk membuktikan bahwa visi permainannya benar-benar bisa membawa Indonesia melangkah lebih jauh.
Prediksi Line-up Garuda
Di bawah mistar, Marteen Paes hampir pasti kembali dipercaya. Penjaga gawang FC Dallas itu tampil heroik saat melawan Arab Saudi meski kebobolan tiga gol, dengan sejumlah penyelamatan krusial.
Formasi tiga bek kemungkinan kembali digunakan dengan Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner sebagai tembok utama pertahanan. Di sektor sayap, Calvin Verdonk diharapkan pulih sepenuhnya untuk kembali mengisi sisi kiri, sementara Kevin Diks berpotensi digeser ke kanan.
Di lini tengah, kombinasi Ricky Kambuaya, Thom Haye, dan Joey Pelupessy bisa menjadi pilihan ideal untuk menjaga keseimbangan antara kreativitas dan pertahanan. Kehadiran Thom Haye di starting XI diyakini akan memperkaya distribusi bola dan variasi serangan.
Untuk sektor depan, Ole Romeny berpeluang tampil sejak awal setelah performanya cukup menjanjikan sebagai pemain pengganti. Ia bisa didampingi Ragnar Oratmangoen di sisi kiri dan Milliano Jonathans di kanan — dua pemain dengan kemampuan eksplosif yang bisa menciptakan peluang dari kedua sisi lapangan.
Kini, semua mata akan tertuju pada stadion tempat laga berlangsung. Garuda dituntut tidak hanya bermain dengan semangat, tetapi juga cerdas dan efisien. Satu kemenangan akan menjadi sejarah, dan seluruh bangsa menanti saat itu tiba.
Preview Indonesia vs Irak: Laga Hidup Mati, Saatnya Garuda Buktikan Diri
sport.fin.co.id - 11/10/2025, 10:30 WIB
Tim Redaksi
Tim Nasional Indonesia