Kata-Kata Jay Idzes Usai Timnas Gagal ke Piala Dunia: Harap Netizen Tidak Menyerang Pemain dan Staf

sport.fin.co.id - 13/10/2025, 07:30 WIB

Kata-Kata Jay Idzes Usai Timnas Gagal ke Piala Dunia: Harap Netizen Tidak Menyerang Pemain dan Staf

Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes (kanan) meneriakkan semangat saat memimpin rekan-rekannya melawan Timnas Bahrain pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

fin.co.id - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menyampaikan pesan bermakna usai kegagalan skuad Garuda dalam upaya melangkah ke Piala Dunia 2026.

Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, Jay menyatakan rasa kecewanya namun menegaskan bahwa kegagalan kali ini bukan akhir dari perjuangan Timnas Indonesia.

Pada laga kedua putaran keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Indonesia harus menyerah 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Minggu.

Gol tunggal yang dicetak Zidane Iqbal pada menit ke-76 usai menerima umpan dari Youssef Amyn menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Kekalahan ini menutup peluang Indonesia untuk melangkah ke babak berikutnya, setelah sebelumnya juga takluk 2-3 dari Arab Saudi pada laga pembuka.

Dengan dua hasil negatif tersebut, pasukan Garuda kini menempati posisi terbawah klasemen Grup B. Hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke Piala Dunia, sementara peringkat kedua akan melanjutkan perjuangan ke putaran kelima.

“Impian kami untuk bermain di panggung terbesar di dunia telah berakhir. Sulit untuk menggambarkan dengan kata-kata bagaimana perasaan saya saat ini. Sulit ketika Anda telah mengerjakan sesuatu untuk waktu yang lama dan kemudian gagal,” tulis Jay Idzes.

Meski kecewa, pemain klub Liga Italia Sassuolo Calcio itu menegaskan bahwa kegagalan ini bukan akhir dari segalanya. Ia meyakini, pengalaman pahit tersebut justru menjadi bekal berharga untuk perjalanan Timnas Indonesia di masa depan.

“Mungkin ini belum waktunya bagi kami, mungkin yang di atas memiliki jalan yang berbeda bagi kami, mungkin kami membutuhkan pengalaman ini untuk belajar dan berkembang,” lanjutnya.

Jay juga menggambarkan betapa kuatnya ikatan yang terjalin di dalam skuad Garuda, baik antar pemain maupun antara tim dan para pendukung.

Lebih jauh, pemain berusia 24 tahun itu menegaskan komitmennya untuk terus berjuang bersama rekan setim dan membantu membangun masa depan sepak bola Indonesia.

“Saya tahu bahwa dengan tim ini dan dukungan yang kami terima, kami dapat melakukan banyak hal indah bersama. Sekaranglah saatnya untuk membangun kembali dan kembali lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya.

Jay Idzes juga menekankan bahwa perjuangan Timnas Indonesia bukan hanya untuk hasil jangka pendek, melainkan untuk membangun warisan yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

“Kami sedang membangun sesuatu, bukan hanya untuk kami sendiri, tetapi juga untuk generasi mendatang... Ini bukan hanya tentang tim ini mencapai tujuan, ini tentang menciptakan sesuatu yang akan bertahan selamanya,” tulisnya penuh keyakinan.

Di akhir pesannya, Jay mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan Timnas Indonesia. Ia juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa tetap bersatu dan tidak saling menyalahkan.

“Saya meminta Anda semua untuk menghormati dan mendukung semua pemain dan staf. Siapakah kita jika kita mulai saling menyerang di saat-saat pertentangan? Itu bukan kita, itu bukan Indonesia. Kita selalu bersatu, apa pun yang terjadi. Ini bukan akhir bagi kita, ini baru permulaan,” tutup Jay Idzes. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca