fin.co.id - Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Latvia dan Inggris bukan hanya tentang kemenangan besar The Three Lions, tapi juga kisah menarik di pinggir lapangan. Malam di Riga menjadi saksi bagaimana fans Inggris bikin Tuchel tersenyum setelah sempat dikritik oleh sang pelatih pada laga sebelumnya. Thomas Tuchel, yang beberapa hari lalu menilai dukungan fans di Wembley kurang bersemangat, kini justru tersenyum lebar ketika mereka membalasnya dengan sindiran kreatif dan penuh humor khas Inggris.
Inggris menang 5-0 atas Latvia. Hasil ini memastikan langkah mereka ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Namun kemenangan itu tidak hanya berkat performa luar biasa Harry Kane dan rekan-rekan, melainkan juga karena suasana unik di stadion. Tuchel menyaksikan bagaimana suporter Inggris menanggapi kritiknya dengan cara lucu dan penuh tawa, bukan dengan kemarahan. Itulah momen yang membuat fans Inggris bikin Tuchel tersenyum sepanjang pertandingan berlangsung.
Latar Belakang: Tuchel Mengkritik Dukungan di Wembley
Beberapa hari sebelum laga di Riga, Tuchel membuat pernyataan yang cukup mengundang reaksi publik. Setelah Inggris menang 3-0 atas Wales dalam laga persahabatan di Wembley, pelatih asal Jerman itu merasa atmosfer stadion terlalu datar. Ia mengatakan bahwa dirinya berharap lebih banyak semangat dan nyanyian dari para fans, terutama ketika tim tampil di kandang sendiri.
Komentar itu menyebar cepat di media Inggris. Sebagian pendukung merasa tersindir, sementara yang lain menganggap Tuchel terlalu keras terhadap suporter yang selama ini selalu hadir mendukung tim. Namun, justru dari situlah lahir momen unik di Riga. Fans Inggris datang dengan ratusan lagu sindiran, menciptakan suasana berbeda dari biasanya. Alih-alih marah, Tuchel justru menanggapinya dengan senyum dan tawa.
Laga Penuh Dominasi
Sejak awal pertandingan, Inggris menunjukkan performa luar biasa. Tuchel menurunkan susunan pemain yang berimbang antara pengalaman dan energi muda. Harry Kane memimpin lini depan, sementara Jude Bellingham dan Phil Foden mengatur ritme permainan di tengah.
Baca Juga
Pada menit ke-10, Kane membuka keunggulan lewat sepakan keras setelah memanfaatkan umpan matang dari Foden. Gol cepat itu memicu gelombang nyanyian dari tribun penonton. Beberapa lagu jelas ditujukan untuk Tuchel, bernada menggoda namun lucu. Pelatih asal Jerman itu tertawa kecil, lalu menepuk tangan mengapresiasi kreativitas suporter.
Inggris terus menekan. Menit ke-27, Anthony Gordon menambah gol kedua lewat tembakan jarak dekat. Babak pertama berakhir dengan skor 3-0 setelah Bellingham mencetak gol dari luar kotak penalti. Latvia tidak mampu keluar dari tekanan.
Di babak kedua, Inggris menambah dua gol lagi lewat Kane dan Eberechi Eze. Skor akhir 5-0 menjadi bukti dominasi total. Namun di luar semua gol itu, hal yang paling banyak dibicarakan justru bagaimana fans Inggris bikin Tuchel tersenyum meski sebelumnya sempat dikritik.
Reaksi Tuchel: “Mereka Kreatif dan Lucu”
Usai pertandingan, Tuchel berbicara kepada media dengan nada ringan. Ia mengaku senang dengan reaksi suporter Inggris. Katanya, “Saya mendapat sedikit sindiran hari ini di babak pertama, dan saya rasa itu pantas. Mereka punya alasan setelah komentar saya sebelumnya. Tapi saya menikmatinya. Nyanyian mereka kreatif dan membuat saya tersenyum.”
Baca Juga
Tuchel menambahkan bahwa humor semacam itu justru mempererat hubungan antara pelatih dan fans. “Itu adalah bagian dari budaya Inggris. Mereka menanggapinya dengan cara cerdas dan lucu. Saya menghargai itu, tidak ada masalah. Saya juga orang yang bisa tertawa pada diri sendiri,” ucapnya dengan santai.
Pernyataan itu membuat suasana media room penuh tawa. Para jurnalis menilai bahwa hubungan antara Tuchel dan fans kini berbalik positif. Setelah sempat tegang akibat kritiknya, kini keduanya saling memahami. Fans merasa pelatih tidak menganggap dirinya musuh, dan Tuchel juga menunjukkan sisi manusiawi yang jarang terlihat.