Mohamed Salah tampil menurun dibandingkan musim lalu. Meskipun masih mencetak gol dan assist, intensitas permainan dan keefektifannya menurun. Salah memiliki empat gol non-penalty dalam 24 pertandingan terakhir, jauh dari kontribusi sebelumnya yang mencapai lebih dari 30 gol dalam satu musim, seperti dikutip Sky Sports.
Permasalahan ini muncul karena Salah harus menyeimbangkan perannya antara menyerang dan bertahan. Musim lalu, ia memiliki kebebasan ofensif tanpa harus membantu pertahanan secara penuh, tetapi Slot belum menetapkan strategi serupa untuk memaksimalkan produktivitasnya.
Florian Wirtz
Florian Wirtz menjadi investasi besar Liverpool, namun adaptasinya belum mulus. Dalam sembilan pertandingan Premier League dan Liga Champions, Wirtz belum mencetak gol maupun assist. Meski demikian, statistik yang dikutip Sky Sports menunjukkan ia mampu menciptakan peluang lebih banyak dari pemain lain, termasuk Salah. Masalah utama Wirtz adalah kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme dan intensitas Liga Inggris, serta kesulitan membangun chemistry dengan lini depan Liverpool.
Slot harus menemukan posisi terbaik untuk Wirtz, apakah sebagai gelandang serang atau penyerang sayap kiri, agar kontribusinya optimal tanpa mengganggu keseimbangan tim. Kesalahan dalam penempatan posisi membuat peluang yang diciptakan Wirtz tidak terkonversi menjadi gol.
Cody Gakpo dan Luis Diaz
Pergantian pemain seperti keluarnya Luis Diaz juga berdampak signifikan. Diaz pindah ke Bayern Munich dan memulai musim dengan performa impresif, mencetak enam gol dan empat assist dalam sepuluh pertandingan. Kehadirannya yang enerjik dan kemampuan menekan lawan hilang dari Liverpool.
Sementara itu, Cody Gakpo belum menemukan performa terbaiknya, hanya mencetak dua gol sejauh ini. Kombinasi ini membuat Slot kehilangan opsi menyerang yang efektif di sisi sayap, sehingga serangan Liverpool menjadi lebih mudah diprediksi lawan.
Baca Juga
Masalah Taktik dan Formasi
Slot menghadapi tantangan dalam menyesuaikan taktik Liverpool dengan gaya bermain lawan. Lawan kini lebih agresif dan menggunakan strategi counter attack yang memanfaatkan kesalahan individu. Liverpool harus menemukan keseimbangan antara menyerang dengan tiga gelandang dan menjaga pertahanan tetap solid.
Penggunaan Wirtz di posisi No 10 awal musim memengaruhi keseimbangan tim, membuat lawan lebih mudah menyerang lini belakang. Slot mencoba memindahkan Wirtz ke sayap kiri, namun hasilnya belum maksimal karena kurangnya sentuhan bola. Masalah ini menunjukkan perlunya adaptasi cepat untuk menghadapi lawan yang semakin pintar membaca permainan Liverpool.
Rotasi Pemain
Slot juga menghadapi kesulitan menentukan starting XI. Cedera pemain kunci, perubahan posisi, dan kurangnya adaptasi pemain baru membuat rotasi sulit dilakukan. Musim lalu, Liverpool memiliki kestabilan lineup yang tinggi, sedangkan musim ini belum ada pemain yang dapat menjadi starter tetap di semua posisi. Ketidakpastian ini memengaruhi ritme permainan dan hasil pertandingan.
Tantangan ke Depan
Liverpool harus segera menemukan solusi untuk mengembalikan performa. Slot perlu menetapkan posisi terbaik pemain, terutama full-back dan playmaker, agar serangan lebih efektif tanpa mengorbankan pertahanan. Adaptasi Wirtz harus dipercepat dengan meningkatkan interaksi dengan lini depan, sementara Salah perlu diberi kebebasan ofensif sesuai kesepakatan sebelumnya agar produktivitasnya meningkat.