Statistik pertandingan menunjukkan betapa timpangnya laga ini. PSG mencatat 22 tembakan, delapan di antaranya mengarah ke gawang, sementara Leverkusen hanya melepaskan lima tembakan dan tiga yang tepat sasaran.
Dalam hal penguasaan bola, PSG jauh lebih dominan dengan 67% berbanding 33%. Perbedaan jumlah operan juga sangat mencolok: 749 operan milik PSG berbanding hanya 284 operan dari Leverkusen. Akurasi operan tim tamu bahkan mencapai 95%, menunjukkan betapa efektif dan tenangnya mereka dalam menguasai bola.
Di sisi pertahanan, PSG mampu menekan dengan baik. Mereka hanya melakukan empat pelanggaran sepanjang laga, sementara Leverkusen mencatat delapan. Kartu merah yang diterima Andrich memperparah kondisi tuan rumah yang akhirnya tidak mampu menahan gempuran lawan.
Hasil ini memperlihatkan bahwa PSG bukan hanya unggul secara teknis, tetapi juga secara mental. Mereka mampu menjaga fokus bahkan setelah unggul jauh, tanpa menurunkan tempo permainan.
Kartu Merah yang Mengubah Segalanya
Kartu merah Robert Andrich menjadi titik balik utama dalam pertandingan ini. Sebelum insiden itu, Leverkusen bermain cukup solid dan berani keluar menyerang. Namun begitu kehilangan satu pemain, keseimbangan langsung hilang.
PSG segera membaca celah tersebut dan mengarahkan serangan ke area tengah yang mulai longgar. Mereka memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan permainan satu dua sentuhan yang cepat, membuat Leverkusen kewalahan mengejar bola.
Baca Juga
Pelatih Leverkusen mencoba menutup ruang dengan memasukkan gelandang bertahan tambahan, tetapi itu tidak banyak membantu. Justru lini depan mereka kehilangan daya serang, sehingga PSG semakin leluasa mengatur ritme permainan.
Di sisi lain, pelatih PSG tampak puas dengan respons timnya. Mereka tidak hanya menekan, tapi juga memanfaatkan setiap peluang dengan efisien. Kemenangan besar ini memperkuat posisi PSG di puncak klasemen sementara, sekaligus menegaskan ambisi mereka untuk menjuarai Liga Champions musim ini.
Performa Pemain yang Mencolok
Beberapa pemain PSG tampil luar biasa dalam laga ini. Désiré Doué menjadi bintang dengan dua gol cepat yang mematikan semangat Leverkusen. Kvaratskhelia juga pantas mendapat pujian karena menjadi motor serangan dari sisi kiri dan memberikan kontribusi gol serta asis.
Di lini tengah, Vítor Ferreira mengendalikan tempo permainan dengan presisi tinggi. Ia bukan hanya mencetak gol penutup, tetapi juga menjadi penghubung antara lini pertahanan dan serangan.
Baca Juga
Pertahanan PSG juga solid. Willian Pacho tidak hanya mencetak gol pembuka, tetapi juga tangguh menjaga lini belakang. Sementara Illya Zabarnyi yang mencetak gol di menit ke-37 tampil disiplin dan jarang kehilangan bola.
Untuk Leverkusen, hanya Aleix García Serrano yang tampak menonjol. Dua gol yang ia cetak tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan telak, terutama setelah rekan setimnya kehilangan satu pemain akibat kartu merah.