fin.co.id - Pertandingan USG vs Inter Milan di ajang Liga Champions UEFA berakhir dengan pesta gol bagi tim tamu. Inter Milan menunjukkan performa yang luar biasa dengan kemenangan 4-0 atas Union Saint-Gilloise. Laga ini memperlihatkan dominasi total dari pasukan Cristian Chivu yang tampil tenang, rapi, dan efisien dalam setiap lini. Dengan penguasaan bola mencapai 67 persen, Inter membuat lawannya nyaris tak berkutik sepanjang pertandingan. Empat gol tercipta dari empat pemain berbeda, yakni Denzel Dumfries, Lautaro Martinez, Hakan Calhanoglu, dan Francesco Pio Esposito.
Inter Langsung Kuasai Permainan Sejak Kick-off
Sejak awal laga, Inter Milan sudah menunjukkan niat kuat untuk menang besar. Mereka menekan tinggi dan memainkan bola cepat dari kaki ke kaki. Trio lini tengah yang dikomandoi Calhanoglu tampil dominan, sementara bek tengah seperti Bastoni dan De Vrij aktif membantu membangun serangan dari belakang. Union Saint-Gilloise mencoba menahan gempuran lewat pressing ketat, namun mereka kesulitan karena Inter terlalu cepat dalam transisi.
Lautaro Martinez menjadi ancaman nyata sejak menit awal. Ia beberapa kali menemukan ruang di antara bek lawan. Pada menit ke-41, usaha keras Inter akhirnya berbuah hasil. Denzel Dumfries menyambar bola hasil umpan silang dari sisi kiri dan membuat Inter unggul 1-0. Gol itu langsung mengubah ritme pertandingan, membuat USG semakin tertekan.
Hanya empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-45+1, Lautaro Martinez menambah keunggulan lewat penyelesaian klinis di kotak penalti. Ia memanfaatkan kesalahan lini belakang lawan yang gagal mengantisipasi bola panjang. Gol ini menjadi bukti betapa tajamnya sang kapten Inter musim ini.
Babak Kedua, Inter Semakin Menekan
Memasuki babak kedua, USG vs Inter Milan tetap berjalan dengan dominasi penuh dari tim tamu. USG berusaha bangkit lewat beberapa serangan cepat, namun semua upaya mereka terhenti oleh rapatnya pertahanan Inter. Nicolo Barella terus bekerja keras mengatur tempo permainan, memastikan bola selalu bergerak progresif menuju area lawan.
Baca Juga
Pada menit ke-53, Inter mendapatkan hadiah penalti setelah Lautaro dijatuhkan di kotak terlarang. Hakan Calhanoglu maju sebagai eksekutor dan berhasil menambah keunggulan menjadi 3-0. Tendangannya keras dan akurat ke sudut kiri gawang membuat kiper USG tak punya peluang untuk menepis. Gol ini makin menegaskan peran Calhanoglu sebagai motor utama di lini tengah sekaligus spesialis bola mati bagi Inter.
Setelah unggul tiga gol, pelatih melakukan beberapa rotasi untuk menjaga kebugaran pemain. Meski begitu, ritme permainan Inter tidak menurun. Mereka tetap menekan dan mencari celah untuk mencetak gol tambahan. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76 ketika Francesco Pio Esposito, pemain muda yang baru masuk, mencetak gol keempat. Umpan matang dari Dimarco disambut dengan tembakan keras yang melesat ke pojok atas gawang.
Statistik Menunjukkan Dominasi Total
Melihat data pertandingan, jelas bahwa Inter Milan tampil jauh lebih unggul dalam laga USG vs Inter Milan. Mereka mencatat 18 tembakan dengan 8 di antaranya tepat sasaran, sedangkan USG hanya mencatat 13 tembakan dengan 4 yang mengarah ke gawang.
Penguasaan bola Inter mencapai 67 persen, memperlihatkan betapa mereka mampu mengontrol permainan dari awal hingga akhir. Dalam hal operan, Inter juga unggul jauh dengan total 623 operan dan akurasi mencapai 95 persen. Bandingkan dengan USG yang hanya mencatat 251 operan dengan akurasi 92 persen. Perbedaan besar ini menunjukkan bahwa Inter bukan hanya efisien, tetapi juga disiplin dalam menjaga tempo permainan.
Baca Juga
Selain itu, Inter juga lebih tenang dalam bertahan. Mereka hanya melakukan 6 pelanggaran, sementara USG mencatat 16. Kedua tim masing-masing mendapat satu kartu kuning, tetapi tidak ada kartu merah di pertandingan ini. Fakta lain yang menarik, Inter tidak terjebak offside sama sekali sepanjang laga, sementara USG empat kali tertangkap offside.