fin.co.id - Laga antara Real Madrid dan Juventus di ajang UEFA Champions League membawa drama tersendiri ketika Jude Bellingham memecah kebuntuan dan memastikan kemenangan 1-0 bagi Madrid. Pertandingan tersebut sekaligus menunjukkan betapa pentingnya peran gelandang asal Inggris itu dalam skuad Los Blancos musim ini. Xabi Alonso pun memberikan pujian tinggi bagi performa anak asuhnya usai pertandingan. Pertemuan Madrid vs Juventus ini menjadi bukti bahwa Bellingham mampu kembali ke level terbaiknya setelah pulih dari cedera.
Babak Pertama yang Sulit
Pertandingan Madrid vs Juventus berjalan dengan tempo tinggi sejak awal. Juventus memilih bertahan rapat dan menunggu peluang serangan balik, sementara Madrid lebih banyak menguasai bola dan mengendalikan ritme. Sejumlah peluang hadir lewat Kylian Mbappé dan Vinícius Júnior, namun kiper Juventus Michele Di Gregorio tampil solid. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap imbang tanpa gol.
Secara statistik, Madrid unggul jauh dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah. Alonso tampak tidak puas dengan start timnya, meski tetap memberi instruksi agar serangan lebih terorganisasi di babak kedua.
Momen Penentu Bellingham
Ketegangan pecah pada babak kedua. Dalam laga Madrid vs Juventus ini, momen penting datang ketika Vinícius Júnior melakukan penetrasi dari sisi kiri, melepaskan tembakan yang membentur tiang, dan Jude Bellingham sigap menyambar bola muntah menjadi gol. Tindakan cepat dan insting tajamnya memastikan Madrid unggul 1-0 dan mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Gol tersebut terasa istimewa karena menjadi yang pertama bagi Bellingham musim ini di ajang Liga Champions setelah pulih dari cedera bahu. Ia menunjukkan ketenangan luar biasa di momen krusial, dan rekan setimnya langsung berlari menghampiri sebagai tanda apresiasi.
Baca Juga
Pujian Khusus dari Alonso
Setelah laga Madrid vs Juventus, Xabi Alonso memuji kontribusi sang gelandang muda. Ia menyebut Bellingham tampil komplet, bukan hanya karena golnya, tetapi karena pergerakannya di lapangan yang agresif dan energik. Alonso menilai bahwa sang pemain Inggris itu mampu membantu tim dalam dua fase — menyerang dan bertahan — dengan intensitas yang sama.
Pelatih berusia 43 tahun tersebut juga menyoroti bagaimana Bellingham mampu beradaptasi cepat pasca cedera dan langsung memberi dampak besar bagi tim. Menurutnya, pemain muda seperti dia bukan hanya punya kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas kompetitif yang luar biasa.
Statistik dan Konteks Pertandingan
Dari sisi data, Madrid tampil lebih dominan. Mereka melepaskan lebih dari sepuluh tembakan di babak pertama dan terus menekan hingga peluit akhir. Thibaut Courtois sempat menggagalkan dua peluang emas Juventus yang dilepaskan Dusan Vlahovic. Kemenangan ini menjaga rekor sempurna Madrid di babak grup — tiga kemenangan dari tiga pertandingan.
Sebaliknya, Juventus masih kesulitan menemukan konsistensi di Eropa. Klub asal Turin itu belum meraih satu pun kemenangan sejauh fase grup berjalan. Hasil Madrid vs Juventus ini menegaskan bahwa perbedaan kualitas lini tengah menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim.