Khawatir Kerusuhan, Supporter Klub Israel Maccabi Tel Aviv Dilarang ke Stadion Saat Lawan Aston Villa

sport.fin.co.id - 23/10/2025, 08:30 WIB

Khawatir Kerusuhan, Supporter Klub Israel Maccabi Tel Aviv Dilarang ke Stadion Saat Lawan Aston Villa

Supporter klub Israel, Maccabi Tel Aviv (instagram klub)

fin.co.id - Kepolisian West Midlands (WMP) resmi melarang suporter klub Israel, Maccabi Tel Aviv, untuk hadir dalam laga Liga Europa melawan Aston Villa di Stadion Villa Park, Birmingham, pada November 2025 mendatang.

Kebijakan ini diambil dengan alasan keamanan, menyusul adanya peningkatan ancaman dan risiko yang dinilai bisa mengganggu ketertiban pertandingan.

“Birmingham tidak gagal pada siapa pun, begitu juga West Midlands Police. Keputusan yang sudah dibuat harus dihormati. Itu dibuat dengan pemahaman yang baik dan berdasar tentang ancaman serta risiko yang ada. Tugas kami sebagai polisi adalah memastikan semua orang tetap aman,” kata Kepala Kepolisian WMP Craig Guildford, dikutip dari BBC di Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025.

Menurut laporan sejumlah media Inggris, WMP sebelumnya telah meminta agar pendukung Maccabi dilarang membeli tiket pertandingan di Villa Park. Permintaan itu kemudian disetujui oleh pihak Aston Villa, yang menegaskan bahwa keputusan diambil karena pertimbangan keselamatan dan kondisi fisik stadion.

Namun keputusan ini menuai kritik keras dari kalangan politik Inggris. Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, termasuk di antara tokoh yang menentang larangan tersebut. Sementara itu, Komisaris Polisi dan Kejahatan (PCC) West Midlands, Simon Foster, bahkan memerintahkan agar dilakukan peninjauan segera terhadap keputusan WMP.

Kepolisian menyebut langkah itu diambil berdasarkan intelijen terbaru dan kejadian sebelumnya, termasuk bentrokan keras serta tindak kejahatan kebencian yang terjadi pada laga Liga Europa antara Ajax dan Maccabi di Amsterdam pada November 2024.

Dalam insiden tersebut, polisi Belanda menangkap lebih dari 60 orang setelah suporter Maccabi diserang usai pertandingan. Sehari sebelum laga, dilaporkan pula bahwa pendukung Maccabi menyerang sebuah taksi dan membakar bendera Palestina.

Menanggapi situasi yang memanas, Maccabi Tel Aviv akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi pada Senin (20/10). Klub menyatakan menolak jatah tiket untuk laga melawan Aston Villa karena menganggap atmosfer yang berkembang terlalu berbahaya bagi keselamatan para pendukungnya.

Langkah tersebut disayangkan oleh pemerintah Inggris. Kementerian Dalam Negeri menyebut tengah mencari solusi agar Kepolisian West Midlands mendapatkan dukungan yang cukup untuk menjamin keamanan bila suporter Maccabi diizinkan hadir.

Menteri Negara untuk Perumahan, Komunitas, dan Pemerintahan Daerah, Steve Reed, juga telah berbicara dengan dewan kota Birmingham guna menindaklanjuti keprihatinan yang disampaikan oleh Perdana Menteri Starmer.

Sementara itu, Komite Kebudayaan, Media, dan Olahraga Parlemen Inggris mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat 17 Oktober 2025 meminta penjelasan dari WMP terkait alasan mereka merasa tidak mampu mengamankan pertandingan tanpa melarang suporter Maccabi.

Unit Kepolisian Sepak Bola Inggris kemudian menyerukan agar keputusan tersebut “dihormati” dan menegaskan bahwa mereka telah memberi tahu pemerintah satu minggu sebelumnya mengenai kemungkinan pembatasan terhadap pendukung tim tamu.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca