fin.co.id - Manchester City sedang berada di titik yang cukup mengkhawatirkan. Setelah tersandung kekalahan di Premier League, tim asuhan Pep Guardiola ini harus segera bangkit. Namun, tantangan yang mereka hadapi selanjutnya di Piala EFL tidak bisa dianggap remeh. Mereka akan bertandang ke markas tim Championship, Swansea City, dalam laga putaran keempat pada Rabu malam.
The Citizens wajib segera melupakan kekalahan 1-0 dari Aston Villa di liga utama. Kekalahan itu tidak hanya memperlambat laju mereka, tetapi juga membuat mereka kini berada di posisi kelima klasemen, terpaut enam poin dari pemuncak, Arsenal.
Di sisi lain, Swansea City datang dengan semangat yang membara. Mereka baru saja memutus rentetan hasil buruk dengan meraih kemenangan 2-1 atas Norwich City di kancah Championship, sebuah hasil yang menempatkan mereka hanya tiga poin di belakang zona playoff. Kemenangan beruntun menjadi target mereka, dan mengalahkan raksasa Premier League tentu menjadi motivasi tertinggi.
Menganalisis Kekuatan Swansea City: Pembunuh Raksasa yang Haus Sejarah
Swansea City akhirnya merasakan kemenangan pertama setelah hampir sebulan berpuasa. Kemenangan 2-1 atas Norwich City pada Sabtu lalu di Wales berkat dua gol dari Zan Vipotnik memberikan tiga poin penting dan mendongkrak mereka ke posisi ke-13 di tabel Championship.
Manajer Swansea, Alan Sheehan, pasti melihat Piala EFL sebagai kesempatan emas untuk menciptakan sejarah. Timnya menunjukkan performa impresif di kompetisi ini, yang mengharuskan mereka memenangkan tiga pertandingan untuk mencapai putaran keempat ini. Mereka berhasil menyingkirkan tiga tim—Crawley Town, Plymouth Argyle, dan, yang paling penting, tim kuat Premier League, Nottingham Forest.
Swansea punya kenangan manis di kompetisi ini. Mereka pernah menjuarai Piala Liga pada tahun 2013, menghajar Bradford City dengan skor telak 5-0 di final. Mengalahkan Man City pada Rabu malam tentu akan memberikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi tim Alan Sheehan dan akan menjadi modal besar untuk mengarungi sisa musim ini.
Baca Juga
Namun, The Swans harus berhati-hati. Mereka sedang dalam tren kekalahan dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Man City di semua kompetisi. Kekalahan terakhir terjadi pada September 2016, saat Man City mengalahkan mereka 2-1 di putaran ketiga Piala EFL.
Manchester City: Antara Rotasi dan Ambisi Piala
Man City memasuki laga ini setelah mengalami kekalahan 1-0 dari Villa di Premier League, di mana gol tunggal Matty Cash di menit ke-19 menjadi pembeda. Kekalahan ini menempatkan skuad Pep Guardiola di peringkat kelima Liga Primer, sebuah posisi yang jelas tidak mereka harapkan.
Meskipun fokus utama mereka selalu Premier League dan Liga Champions (tempat mereka sudah memenangkan dua dari tiga pertandingan), Piala EFL tetap menjadi target penting. The Citizens merupakan tim yang sangat sukses di kompetisi ini, sudah memenangkannya sebanyak delapan kali, dengan kesuksesan terakhir mereka terjadi pada tahun 2021. Mereka secara alami menjadi salah satu favorit kuat untuk mengangkat trofi musim ini.
Man City memegang rekor head-to-head yang dominan melawan Swansea. Mereka memenangkan 26 dari 37 pertandingan sebelumnya dan tidak terkalahkan melawan tim Wales ini sejak kekalahan 1-0 di Premier League pada Maret 2012. Rekor ini memberikan keunggulan psikologis yang signifikan bagi tim tamu.
Baca Juga
Analisis Team News dan Rotasi Besar
Baik Swansea maupun Man City diperkirakan akan melakukan rotasi besar-besaran, terutama mengingat jadwal yang padat dan adanya kekhawatiran cedera.