fin.co.id - Liverpool kembali terpuruk setelah menelan kekalahan memamlukan 0-3 dari Crystal Palace di Anfield pada laga putaran keempat Piala EFL, Rabu (29/10/2025). Kekalahan ini bukan hanya membuat The Reds tersingkir, melainkan memperburuk hasil negatif ketika main di kandang.
Pelatih Liverpool, Arne Slot mengambil risiko dengan menurunkan pemain mudah saat menghadapi Crystal Palace. Dengan menurunkan skuad muda berharap bisa membawa energi baru di tengan perfoma pemain inti yang sedang menurun.
Namun permainan Liverpool tidak memiliki permainan yang jelas. . Tim minim pengalaman itu gagal mengimbangi intensitas dan efektivitas Crystal Palace. Ismaila Sarr mencetak dua gol untuk tim tamu, sementara Yeremy Pino menutup pesta gol di menit-menit akhir pertandingan.
Keadaan makin buruk setelah Amara Nallo diganjar kartu merah pada menit ke-79 karena menjatuhkan Justin Devenny yang berlari sendirian menuju gawang. Bermain dengan sepuluh pemain, Liverpool tak mampu memberikan perlawanan berarti hingga peluit akhir berbunyi.
Statistik Buruk Perburuk Situasi The Reds
Kekalahan ini bukan hanya soal tersingkir dari Piala EFL, tetapi juga soal tren performa yang mengkhawatirkan. Liverpool kini telah kalah enam kali dari tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi. Statistik tersebut menjadikan mereka tim dengan jumlah kekalahan terbanyak di lima liga top Eropa sejak 27 September 2025.
Baca Juga
Deretan hasil buruk itu termasuk kekalahan di Premier League melawan Crystal Palace, Chelsea, Manchester United, dan Brentford, serta kekalahan tipis 0-1 dari Galatasaray di Liga Champions. Satu-satunya kemenangan yang bisa dibanggakan hanya datang dari laga tandang di Jerman pekan lalu, ketika mereka menundukkan Eintracht Frankfurt 5-1 di Liga Champions.
Performa yang tidak konsisten ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas pendekatan taktik Arne Slot. Para pendukung mulai khawatir bahwa fase transisi pasca-Jürgen Klopp berubah menjadi krisis yang berkepanjangan.
Rekor Suram di Anfield
Baca Juga
Kekalahan 0-3 dari Crystal Palace juga mencatat sejarah kelam bagi Liverpool. Untuk pertama kalinya dalam 91 tahun, The Reds kalah di kompetisi piala domestik di Anfield dengan selisih tiga gol tanpa mampu mencetak gol.
Rekor serupa terakhir kali terjadi pada Februari 1934, ketika Liverpool kalah 0-3 dari Bolton Wanderers di Piala FA. Hasil ini tentu menjadi tamparan keras bagi Slot dan timnya, mengingat Anfield selama ini dikenal sebagai benteng yang sulit ditembus lawan.
Tekanan Meningkat untuk Arne Slot
Tekanan terhadap Arne Slot kini semakin besar. Eks pelatih Feyenoord itu harus segera mencari solusi agar Liverpool tidak tenggelam lebih dalam. Penampilan yang tidak stabil membuat posisi mereka di Premier League dan Liga Champions terancam.