Bola . 30/10/2025, 21:20 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Bukan suatu kebetulan bahwa tim-tim yang mendapat jeda enam hari justru yang lolos dari fase grup.”
Kedua pelatih ini menilai bahwa perbedaan jadwal menciptakan “keunggulan tersembunyi” bagi tuan rumah yang jelas tidak sportif.
Selain soal jadwal, The Athletic juga menyoroti penunjukan sepihak Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keputusan itu diumumkan AFC pada Juni 2025 tanpa proses lelang terbuka atau kriteria penilaian yang jelas.
Federasi sepak bola Indonesia (PSSI) dan Irak bahkan langsung mengajukan protes resmi atas keputusan tersebut.
Namun, hingga kini AFC belum memberikan penjelasan detail terkait alasan pemilihan kedua negara itu.
Dalam laporannya, The Athletic menulis:
“Minggu itu, Irak dan Indonesia menyerukan ‘netralitas dan transparansi’ dalam proses penawaran, tetapi tidak ada kriteria seleksi yang diumumkan bersamaan dengan pernyataan AFC.”
Baca Juga
Irak bahkan disebut membocorkan surat internal AFC yang menyebutkan bahwa alasan pemilihan hanya karena “fasilitas kelas dunia” yang dimiliki kedua negara, tanpa adanya skor penilaian dari kandidat lainnya.
The Athletic juga mengungkap adanya dugaan dominasi politik dan ekonomi Arab Saudi serta Qatar di tubuh AFC.
Beberapa pejabat tinggi AFC ternyata berasal dari negara Teluk:
Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, adalah warga negara Bahrain — sekutu dekat Arab Saudi.
Wakil Presiden Senior AFC, Yasser Al Misehal, adalah warga negara Arab Saudi.
Ketua Komite Keuangan, Adel Ezzat, juga berasal dari Saudi.
Ketua Komite Kompetisi, Hani Ballan, adalah warga negara Qatar.
Selain itu, banyak sponsor utama AFC berasal dari perusahaan-perusahaan Teluk seperti beIN Media Group (Qatar), Qatar Airways, QatarEnergy, dan Aramco (Arab Saudi).
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media