Bola . 07/11/2025, 21:05 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
FIFA telah menjadwalkan pengumuman perdana FIFA Peace Prize pada 5 Desember 2025 di Washington D.C.
Acara ini akan digelar bersamaan dengan pengundian grup Piala Dunia (World Cup Draw) di Kennedy Center, tempat yang tahun ini juga banyak dikaitkan dengan kegiatan Donald Trump.
Biasanya, acara drawing Piala Dunia fokus pada penentuan grup dan rute pertandingan. Namun, dengan hadirnya penghargaan perdamaian baru ini, momen tersebut akan menjadi lebih berwarna dan penuh sorotan politik internasional.
Bisa dibilang, FIFA berhasil membuat langkah unik menggabungkan diplomasi global dan olahraga dalam satu panggung besar.
Meski pengumuman sudah dilakukan, FIFA belum memberikan penjelasan apa pun soal mekanisme pemilihan pemenang. Belum diketahui siapa saja yang duduk dalam panel juri, serta kriteria seperti apa yang akan digunakan untuk menilai aksi “perdamaian”.
Gianni Infantino hanya memberikan petunjuk samar. Ia menyebut bahwa penghargaan ini akan diberikan kepada sosok yang “mampu menyatukan banyak orang melalui aksi nyata perdamaian.”
Pernyataan itu memunculkan banyak tafsir apakah yang dimaksud adalah aksi politik global, kegiatan sosial lintas budaya, atau bahkan kontribusi di bidang olahraga yang mendorong solidaritas antarbangsa?
Langkah FIFA memperkenalkan FIFA Peace Prize menunjukkan bahwa organisasi ini mulai memperluas pengaruhnya di luar lapangan sepak bola. Dalam beberapa tahun terakhir, FIFA memang semakin aktif mengaitkan olahraga dengan isu kemanusiaan, keberlanjutan, dan perdamaian global.
Namun, jika benar Donald Trump yang keluar sebagai pemenang pertama, langkah ini bisa menimbulkan kontroversi besar.
Banyak pihak akan menilai bahwa penghargaan tersebut bernuansa politis, apalagi mengingat Trump dan Infantino punya hubungan dekat menjelang Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media