Persita Gigit Jari di Maguwoharjo, Rekor Tak Terkalahkan Dihentikan PSBS Biak

sport.fin.co.id - 07/11/2025, 08:32 WIB

Persita Gigit Jari di Maguwoharjo, Rekor Tak Terkalahkan Dihentikan PSBS Biak

Persita kontra PSBS Biak pada laga lanjutan super league. (rfh)

fin.co.id -  Stadion Maguwoharjo, Sleman, menjadi saksi bisu patahnya rekor tak terkalahkan Persita Tangerang. Dalam laga pekan ke-12 BRI Super League 2025/26, Kamis (6/11/2025), Pendekar Cisadane dipaksa menyerah 1-2 oleh tuan rumah PSBS Biak.

Kekalahan ini bukan hanya sekadar hasil minor, tapi juga tamparan keras bagi ambisi Persita untuk merangsek ke papan atas klasemen.

Carlos Pena, arsitek Persita, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ia harus mengakui keunggulan tim berjuluk Badai Pasifik tersebut.

"Ini pertandingan yang buruk bagi kami. PSBS Biak pantas menang. Mereka bermain dengan semangat yang lebih membara, lebih lapar dari kami," ujar Pena, Jumat 7 November 2025.

Sempat unggul melalui gol bunuh diri Sandro Embalo di menit ke-10, Persita justru gagal mengendalikan permainan. PSBS Biak tampil dominan, terutama di babak kedua. Ruyery Blanco berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-69, sebelum Yano Putra menjadi pahlawan kemenangan dengan golnya di masa injury time.

Kekalahan ini memutus rekor delapan pertandingan tanpa kekalahan yang sebelumnya diukir Persita. Sebuah catatan yang membanggakan, kini hanya menjadi kenangan pahit.

Pena mengakui bahwa timnya kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan dari PSBS Biak.

"Kami memulai pertandingan sesuai rencana, tapi lawan langsung menekan sejak awal. Kami kesulitan membangun serangan dan menciptakan peluang," keluhnya.

Selain itu, Pena juga menyoroti lemahnya duel di lini depan sebagai penyebab kekalahan.

"PSBS Biak menekan dengan sangat baik. Kami gagal memenangkan duel-duel penting di lini depan, sehingga situasi semakin sulit bagi kami," tambahnya.

Meski kecewa, Pena mencoba mengambil hikmah dari kekalahan ini. Ia berharap para pemainnya bisa belajar dari kesalahan dan bangkit di pertandingan selanjutnya.

"Kami harus belajar banyak dari pertandingan ini," pungkasnya.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID