fin.co.id - Drama kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 Grup C akan mencapai puncaknya, ketika Tim Nasional Belgia menjamu Liechtenstein di Stade Maurice Dufrasne, Rabu, 19 November 2025, pukul 02.45 WIB.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa bagi The Red Devils, ini adalah malam penentuan untuk mengamankan satu-satunya tiket otomatis ke turnamen akbar tahun depan.
Anak asuh pelatih Rudi Garcia datang ke laga ini dengan sedikit rasa frustrasi setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Kazakhstan akhir pekan lalu.
Hasil tersebut memaksa mereka menunda perayaan lolos otomatis yang seharusnya sudah bisa dikunci lebih awal.
Meskipun demikian, posisi Belgia masih sangat di atas angin. Mereka memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin dari pesaing terdekat, Wales dan Makedonia Utara, yang juga akan saling berhadapan di waktu yang sama.
Kemenangan atas Liechtenstein akan secara definitif menyegel status juara grup bagi Belgia, sementara hasil imbang pun kemungkinan besar sudah cukup.
Baca Juga
Superioritas Mutlak dan Kedalaman Skuad
Melihat rekor dan kualitas skuad, Belgia adalah favorit mutlak. Mereka merupakan salah satu tim yang belum terkalahkan sepanjang kampanye kualifikasi ini, mencatatkan empat kemenangan dan tiga hasil imbang dari tujuh pertandingan.
Meskipun tiga hasil imbang menunjukkan adanya sedikit celah dalam konsistensi, pedigree dan kualitas individu mereka jauh melampaui sang lawan.
Satu-satunya pertemuan head-to-head sebelumnya menjadi bukti dominasi ini, di mana Belgia menghancurkan Liechtenstein dengan skor telak 6-0 di kandang lawan pada September lalu.
Di sisi lawan, Liechtenstein meneruskan performa buruk mereka setelah kembali menelan kekalahan 1-0 di kandang sendiri dari Wales.
Baca Juga
Mereka belum mampu menunjukkan perlawanan berarti sepanjang kualifikasi ini.
Sorotan Pemain Kunci dan Team News
Kabar baik datang dari kamp Belgia, di mana tidak ada masalah cedera serius, dan mereka akan menyambut kembalinya bek sayap berpengalaman, Thomas Meunier, setelah menjalani skorsing.
Absennya Romelu Lukaku karena cedera membuka panggung bagi talenta-talenta lain.