fin.co.id - Ambisi Persita Tangerang untuk merangsek naik di klasemen BRI Super League 2025/26 terancam setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Malut United FC di Indomilk Arena, Minggu (23/11). Lebih dari sekadar hasil imbang, laga ini diwarnai kontroversi VAR yang membuat pelatih Carlos Pena meradang.
Pertandingan yang diharapkan menjadi momentum kebangkitan Pendekar Cisadane justru berakhir antiklimaks. Sempat unggul melalui gol Hokky Caraka di menit ke-68, asa Persita sirna setelah VAR menganulir gol tersebut dengan alasan Mario Jardel melakukan pelanggaran dalam prosesnya.
"Saya tidak bisa merasa senang dengan kinerja wasit," ujar Pena dengan nada kecewa dalam konferensi pers usai pertandingan. "Saya biasanya bersikap sopan dan menghormati wasit, tapi ini sulit diterima," ucapnya, Senin 24 November 2025.
Pena, yang dikenal dengan gaya melatihnya yang bersemangat, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia merasa timnya telah dirampas dua poin berharga. "Saya sangat marah karena merasa kami kehilangan dua poin hari ini. Kami pantas menang. Gol yang dicetak Hokky Caraka seharusnya sah," tegasnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol itu menyoroti ketidakkonsistenan dalam pengambilan keputusan wasit. "Ketika Anda punya waktu untuk melihat kejadian itu selama 2-3 menit di layar VAR dan wasit tetap mempertahankan keputusannya, bagi saya itu bukan kesalahan sederhana," kritiknya.
Meski dirugikan, Pena menolak untuk menyalahkan wasit sepenuhnya. Ia memilih fokus pada evaluasi timnya sendiri. "Saya tidak bisa memberikan evaluasi kepada wasit. Tim yang akan dievaluasi," katanya. "Kami kehilangan poin di Bhayangkara tiga minggu lalu. Hari ini kami kembali kehilangan 2 poin di kandang," imbuhnya.
Baca Juga
Di tengah kekecewaan yang mendalam, Pena tetap memberikan apresiasi kepada para pemain dan suporter Persita yang setia mendukung di stadion. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain dan tim saya. Terima kasih kepada para suporter yang datang hari ini," ujarnya.
Dengan hasil imbang ini, Persita harus segera bangkit dan melupakan kontroversi yang terjadi. Tantangan berikutnya adalah laga tandang melawan Dewa United di Banten International Stadium pada Sabtu (29/11) mendatang. Mampukah Pendekar Cisadane meraih kemenangan di laga krusial tersebut?