fin.co.id - Jose Mourinho akhirnya tersenyum di panggung Liga Champions. Setelah menunggu 2.191 hari atau hampir enam tahun penuh, pelatih berjuluk The Special One itu sukses mengakhiri puasa kemenangan Eropa saat Benfica menundukkan Ajax Amsterdam 2-0 di Johan Cruyff Arena, Selasa (25/11/2025) waktu setempat.
Kemenangan ini terasa sangat berarti, bukan hanya bagi Mourinho, tetapi juga bagi Benfica yang tengah terpuruk akibat rentetan hasil buruk di fase grup Liga Champions musim 2025–2026.
Benfica datang ke Amsterdam dengan misi super penting: menghentikan tren kekalahan.
Sebelum laga ini, As Aguias menelan empat kekalahan beruntun, termasuk tiga di antaranya di era Mourinho, setelah ia menggantikan Bruno Lage.
Di bawah komando pelatih Portugal itu, Benfica tumbang tanpa mencetak satu gol pun saat menghadapi:
Baca Juga
-
Chelsea (0-1)
-
Newcastle (0-3)
-
Bayer Leverkusen (0-1)
Tiga laga, tiga kekalahan, dan nol gol—angka yang membuat tekanan pada Mourinho semakin besar.
Baca Juga
Namun di Amsterdam, semua berubah.
Gol Samuel Dahl Buka Jalan Kebangkitan
Benfica tampil agresif sejak menit awal.
Tekanan tinggi mereka langsung membuahkan hasil ketika Samuel Dahl melepaskan tendangan roket di kotak penalti pada menit ke-6.
Gol itu berawal dari sundulan Richard Rios yang diblok kiper Viteszlav Jaros. Bola muntah mengarah ke Dahl, dan winger timnas Swedia itu menghantamnya keras ke sudut gawang.
Skor 1-0 membuat Benfica tampil lebih percaya diri, sementara suporter Ajax hanya bisa terdiam melihat timnya kebobolan cepat di kandang sendiri.
Meski unggul cepat, Benfica tidak mengendurkan serangan. Ajax beberapa kali mengancam, tetapi lini belakang Benfica tampil jauh lebih solid dibanding tiga laga sebelumnya.