Menpora Erick Thohir telah menyampaikan arahan ini kepada semua cabor. "Kita benar-benar harus efisien, tepat sasaran," tegas Menpora. Tujuannya jelas: pengiriman atlet tidak boleh lagi coba-coba, tetapi harus berdasarkan target yang terukur untuk cabor-cabor yang mengirimkan atlet. Ini merupakan langkah efisiensi yang memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan menghasilkan dampak prestasi yang signifikan. Strategi fokus ini akan meningkatkan peluang Indonesia meraih medali emas di panggung dunia.
Arahan Kunci #3: Pendidikan, Pelatihan, dan Fasilitas Kelas Dunia
Inilah bagian yang paling membuat masyarakat dan atlet FOMO: pembangunan ekosistem olahraga yang prima. Presiden Prabowo ingin para atlet mendapatkan pendidikan formal yang layak sesuai jenjangnya sekaligus memiliki pusat pelatihan yang prima.
Membangun Pusat Olahraga Nasional 300 Hektare
Menpora Erick Thohir mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan segera membangun Pusat Olahraga Nasional yang terintegrasi, termasuk di dalamnya akademi olahraga terbaik. Presiden bahkan sudah menyiapkan lahan seluas 300 hektare yang saat ini masih dalam proses administrasi.
Fasilitas yang akan dibangun di kawasan seluas 300 hektare ini sungguh luar biasa. Di dalamnya akan tersedia:
- Fasilitas asrama modern.
- Sarana latihan terpadu.
- Layanan dan fasilitas kesehatan yang terbaik untuk atlet.
Keseimbangan Edukasi dan Pelatihan Sejak Dini
Tujuan dari pembangunan fasilitas ini adalah memastikan atlet muda yang berusia, misalnya, 12 tahun tidak putus sekolah. Pendidikan formal mereka harus diimbangkan dengan edukasi yang baik, sambil tetap intensif berlatih. Ini akan mendukung mereka mencapai jenjang karier atau tingkat prestasi berikutnya.
"Kita negara besar. Selama ini kita terlewatkan dengan banyak negara Asia Tenggara. Nah, kita harus mulai membangun," ujar Menpora Erick, mengutip keinginan Presiden untuk memastikan atlet Indonesia mendapatkan fasilitas terbaik, yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar.
Baca Juga
Tiga arahan Presiden Prabowo—mulai dari jaminan kesejahteraan karier (ASN/TNI-Polri dan beasiswa), strategi fokus 21 cabor menuju Olimpiade, hingga pembangunan Pusat Olahraga Nasional 300 hektare—menandai komitmen baru pemerintah dalam menaikkan harkat martabat atlet dan memperkuat ekosistem olahraga nasional secara komprehensif dan efisien. Era baru untuk prestasi Indonesia sudah dimulai! (*)