fin.co.id - Pemuncak klasemen sementara BRI Super League, Borneo FC, kembali mengincar kemenangan ketika mereka menjamu Bali United pada pekan ke-14 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, 30 November 2025, pukul 15.30 WIB.
Laga ini menjadi perhatian utama lantaran Borneo tampil sebagai satu-satunya tim yang belum tersentuh kekalahan, sementara Bali United datang dengan ambisi memperbaiki grafik performa yang masih naik-turun.
Borneo FC kini berada di puncak klasemen dengan 33 poin dari 11 laga, menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan.
Ketajaman mereka sangat konsisten, 24 gol sudah tercipta dan hanya 4 kebobolan, menjadikan Pesut Etam sebagai tim dengan serangan paling produktif sekaligus pertahanan terbaik sejauh ini.
Dari lini depan, Mariano Peralta terus menjadi sumber ancaman dengan koleksi 9 gol. Duet Douglas Coutinho dan Joel Vinicius menambah variasi serangan dengan masing-masing empat gol.
Kombinasi kecepatan, kreativitas, dan efektivitas membuat Borneo sangat mematikan dalam build-up maupun serangan balik.
Baca Juga
Di lini tengah, Juan Villa dan Hirose Kei berperan menjaga ritme permainan, sementara duet bek Caxambu – Teguh Komang kembali menjadi fondasi yang kokoh di area pertahanan.
Kedalaman skuad pun terjaga, ditambah kontribusi pemain muda seperti Alfharezzi yang semakin matang.
Dengan performa yang stabil dan rekam jejak kandang yang dominan, Borneo hampir pasti tetap menerapkan gaya agresif sejak menit awal untuk mengincar kemenangan ke-12 musim ini.
Bali United: Misi Bangkit dari Tren Inkonsisten
Di sisi lain, Bali United datang ke Samarinda dengan posisi kurang ideal. Berada di peringkat 12 dengan 14 poin dari 12 laga, Serdadu Tridatu masih mencari ritme terbaik setelah hanya meraih tiga gol dalam lima pertandingan terakhir.
Baca Juga
Meski begitu, kualitas individu tetap ada. Nama-nama seperti Goppel, Kopitovic, dan Tim Receveur mampu menjadi pembeda bila mendapat ruang bergerak.
Di lini belakang, Fajrin Ricky dan Joao Ferrari menunjukkan soliditas dalam beberapa laga terakhir, sementara Kopitovic tetap menjadi tumpuan utama dalam urusan mencetak gol.
Namun masalah terbesar Bali ada pada kreativitas di area sepertiga akhir. Minimnya suplai bola matang membuat mereka kesulitan menembus pertahanan lawan, sebuah hal yang sangat krusial ketika menghadapi tim sekuat Borneo FC.