fin.co.id – Pegadaian Championship 2025/26 telah menuntaskan pekan ke-12, dan kompetisi di papan atas klasemen tak hanya terjadi antar tim, tetapi juga antar individu. Persaingan untuk merebut gelar pencetak gol terbanyak sementara semakin memanas, didominasi oleh tiga striker asing yang menunjukkan ketajaman luar biasa di depan gawang lawan.
Saat ini, tiga juru gedor tersebut memuncaki daftar top skor dengan torehan identik: 10 gol. Mereka adalah Adilson da Silva dari Adhyaksa FC Banten, Igor Costa yang membela Persiku Kudus, dan andalan PSS Sleman, Gustavo Tocantins.
Ketiga penyerang ini tidak hanya rajin mencetak gol, tetapi juga menjadi nyawa utama bagi tim masing-masing, membuktikan bahwa kualitas striker asing memang masih menjadi pembeda utama di kompetisi kasta kedua ini.
Adilson da Silva, striker kelahiran Portugal, telah menjelma menjadi mesin gol yang mematikan bagi Adhyaksa FC Banten. Pemain berpostur jangkung 191 cm ini langsung menunjukkan ketajamannya sejak pekan perdana.
Pada laga tandang pertama Adhyaksa FC melawan Persiraja di Banda Aceh, Adilson sukses menyumbang satu gol krusial, membantu timnya meraih kemenangan penting 3-2 di kandang lawan. Performa pemain bernomor punggung 7 ini semakin tak terbendung memasuki paruh musim.
Dalam lima pertandingan terakhir, produktivitas gol Adilson melonjak drastis dengan catatan delapan gol. Puncak penampilan eksplosifnya terjadi pada pekan ke-8, ketika Adhyaksa FC menjamu PSPS Pekanbaru. Saat itu, Adilson da Silva mencetak empat gol sendirian, membawa Adhyaksa FC meraih kemenangan telak 7-3.
Baca Juga
Ketajaman Adilson ini berbanding lurus dengan peningkatan performa timnya. Berkat kontribusi besar sang bomber, Adhyaksa FC berhasil merangsek ke papan atas Grup 1 atau Grup Barat, menempati posisi ke-2 klasemen sementara. Adilson membuktikan bahwa ia adalah investasi yang sangat berharga bagi ambisi promosi tim Banten.
Berbeda dengan Adilson, Igor Costa dari Persiku Kudus menunjukkan kualitas terbaiknya di tengah kondisi tim yang sedang terseok-seok. Meskipun Macan Muria saat ini masih berjuang di papan tengah bawah, striker asal Brasil ini tetap konsisten membobol gawang lawan, membuktikan kualitasnya sebagai penyerang kelas wahid.
Igor Costa mendapatkan sorotan tajam setelah ia berhasil mencetak dua kali hattrick ke gawang PSIS Semarang, tim yang dikenal memiliki pertahanan cukup solid. Hattrick pertamanya tercipta saat Persiku meraih kemenangan mengejutkan 4-0 atas PSIS di Semarang. Kehebatan itu ia ulangi saat bermain di Kudus, di mana Persiku kembali menang 3-0 dan Igor mencetak tiga gol.
Dua hattrick melawan tim yang sama dalam satu musim menunjukkan bahwa Igor Costa memiliki insting pembunuh yang luar biasa. Ia adalah harapan terbesar Persiku Kudus untuk bisa menjauh dari zona degradasi dan mengejar posisi yang lebih aman di klasemen. Kualitas individunya menjadi penyeimbang penting bagi performa timnya.
Baca Juga
Nama terakhir dalam persaingan ketat ini adalah Gustavo Tocantins, ujung tombak andalan PSS Sleman. PSS Sleman menikmati performa yang sangat konsisten musim ini, dan peran Tocantins tidak bisa dilepaskan dari kesuksesan tersebut.
Gustavo Tocantins tampil luar biasa di awal musim. Di tujuh pertandingan pertama PSS musim ini, ia hampir selalu mencatatkan namanya di papan skor. Pemilik nomor punggung 11 ini juga menunjukkan daya tahan fisik yang prima, tercatat ia selalu dimainkan 90 menit penuh dalam 11 dari 12 pertandingan PSS musim ini. Ia hanya absen pada pekan ke-11 akibat kartu merah yang didapatkan pada pekan ke-10 saat PSS bertarung melawan Persiba di Balikpapan.
Ketajaman Tocantins tidak hanya terbatas pada urusan mencetak gol. Ia juga dikenal piawai dalam memberikan umpan matang. Hingga pekan ke-12, Tocantins sudah menyumbang enam assist yang menghasilkan gol bagi Super Elang Jawa. Kemampuan all-round ini menjadikannya salah satu striker paling lengkap di kompetisi.
Persaingan di daftar top skor Pegadaian Championship juga diramaikan oleh dua nama lain yang siap menggeser posisi tiga besar.
Pertama, ada Flynn Gillespie dari Persiraja Banda Aceh yang menguntit ketat dengan torehan sembilan gol. Penyerang ini menunjukkan bahwa Persiraja punya daya gedor yang serius di Grup Barat.