Bola . 02/12/2025, 19:24 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Tim PSS Sleman, yang dikenal dengan julukan Super Elang Jawa (Elja), mungkin tidak sebesar raksasa Liga 1 seperti Persija atau Persib dari segi basis penggemar nasional. Namun, jangan pernah memandang sebelah mata kekuatan finansial di belakang klub ini. Ternyata, ada konglomerat yang kekayaan bersihnya mencapai puluhan triliun rupiah yang berdiri di balik PSS Sleman! Dia adalah Agoes Projosasmito.
Untuk merekrut nama-nama beken seperti Irfan Bachdim, Hokky Caraka, Ricky Kambuaya, hingga legenda Boaz Solossa (yang pernah membela tim ini), PSS Sleman tentu membutuhkan dukungan dana yang sangat besar. Dan dana segar itu datang langsung dari sang pemilik klub.
Agoes Projosasmito resmi menjadi pemilik PSS Sleman setelah mengakuisisi saham dari pemilik klub sebelumnya, Soekeno. Agoes melakukan pembelian saham ini melalui perusahaannya, PT Palladium Pratama Cemerlang, pada tahun 2020.
Saat ini, Agoes Projosasmito memegang kendali penuh sebagai pemegang saham mayoritas PSS Sleman. Kedudukannya semakin kuat setelah keluarga Arthur Irawan yang sempat berbagi kepemilikan klub memutuskan untuk keluar. Ini menjadikan Agoes sebagai orang nomor satu dan pemegang keputusan tertinggi dalam urusan finansial Super Elja.
Meskipun menjadi pemilik mayoritas, Agoes Projosasmito memilih untuk tidak turun tangan langsung dalam operasional harian klub. Dia memercayakan orang lain untuk memimpin sebagai Presiden Direktur klub. Posisi penting ini sempat diisi oleh aktor sekaligus pengacara Gusti Randa, sosok yang tidak asing di industri sepak bola nasional karena pernah menjabat posisi kunci di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan asosiasi olahraga lainnya.
Namun, setelah PSS Sleman mengalami degradasi ke Liga 2 dan klub melakukan reorganisasi besar-besaran, kepemimpinan Gusti Randa digantikan oleh Yoni Arseto dan Serena K Ferdinandus. Perubahan di kursi direksi ini menunjukkan upaya serius untuk melakukan pembenahan total.
Agoes Projosasmito, yang lahir pada 6 Agustus 1955, memiliki latar belakang pendidikan yang sangat kuat. Dia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Kristen Satya Wacana pada tahun 1982, kemudian melanjutkan studi dan mendapatkan gelar Diploma Economics of Development dari The Australian National University enam tahun kemudian.
Latar belakang pendidikannya mengantarkannya mengawali karir di dunia perbankan dan pasar modal. Berikut kilasan karir Agoes:
Setelah malang melintang di dunia keuangan, Agoes banting setir dan mendirikan perusahaan tambang batu bara bernama PT Ithaca Resources. Perusahaan inilah yang membawanya masuk dan sukses besar di industri pertambangan. PT Palladium Pratama Cemerlang, yang digunakan untuk membeli saham PSS Sleman, merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Ithaca Resources.
Kiprahnya semakin cemerlang setelah dia ditunjuk sebagai Direktur Utama Perseroan Bumi Resources pada Maret 2022. Setahun berikutnya, kekuasaannya semakin menguat di industri pertambangan setelah dia diangkat sebagai Presiden Komisaris Amman Mineral Internasional (AMMN). Perlu Anda ketahui, AMMN adalah salah satu perusahaan pertambangan tembaga dan emas terbesar di Indonesia!
Jadi, seberapa kaya Agoes Projosasmito ini? Angka kekayaan bersihnya benar-benar fantastis. Posisi tinggi yang didudukinya di berbagai perusahaan ternama seperti Bumi Resources dan Amman Mineral Internasional membuatnya mengumpulkan pundi-pundi uang yang luar biasa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media