Sementara saat menghadapi Juventus, Idzes mencatat momen bersejarah dalam kariernya. Ia mencetak gol pertamanya di Serie A ketika Venezia menahan imbang Juventus 2-2 di Allianz Stadium pada pekan ke-16 musim lalu.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa Idzes mampu tampil percaya diri bahkan di stadion paling angker sekalipun.
Musim ini, Jay Idzes menunjukkan perkembangan signifikan sejak bergabung dengan Sassuolo. Ia menjelma menjadi pilar utama lini pertahanan, dengan catatan tampil penuh dalam 13 pertandingan beruntun sejak pekan kedua.
Konsistensi tersebut berbanding lurus dengan performa tim. Sassuolo kini bertengger di peringkat delapan klasemen Serie A, mengoleksi 20 poin, dan hanya terpaut empat poin dari zona Eropa.
Kepercayaan pelatih terhadap Idzes juga semakin besar, terutama dalam laga-laga krusial melawan tim papan atas.
San Siro Jadi Panggung Pembuktian
Duel melawan AC Milan di San Siro menjadi kesempatan emas bagi Jay Idzes untuk:
Baca Juga
-
Memutus catatan buruk melawan Rossoneri
-
Menunjukkan kematangan sebagai bek tengah Serie A
-
Membuktikan bahwa ia layak dilirik klub elite
Meski menghadapi lawan yang secara historis sulit, Idzes kini datang dengan status dan kepercayaan diri berbeda. Bersama Sassuolo yang lebih stabil dibanding Venezia, tantangan kali ini bisa menjadi titik balik.
Baca Juga
Menghadapi AC Milan jelas bukan tugas mudah bagi Jay Idzes. Namun, sepak bola selalu memberi ruang bagi kejutan.
Dengan pengalaman yang kian matang, jam terbang tinggi, serta kepercayaan penuh dari Sassuolo, bek Timnas Indonesia itu punya peluang untuk menulis cerita baru.
Jika mampu tampil solid di San Siro, bukan tidak mungkin laga ini menjadi momen pembuktian terbesar Jay Idzes di Serie A, sekaligus membuka jalan menuju level yang lebih tinggi dalam kariernya di Eropa.