Raket . 13/12/2025, 20:39 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Perjalanan ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di SEA Games 2025 Thailand harus berhenti pada babak semifinal. Pasangan Merah Putih gagal melangkah ke partai puncak setelah kalah dua gim langsung dari unggulan pertama asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor 10-21, 12-21, Sabtu, 13 Desember 2025.
Usai pertandingan, Leo mengungkapkan faktor utama yang membuat mereka tak mampu mengembangkan permainan sejak awal laga. Ia menilai tekanan servis dari lawan langsung memengaruhi alur pertandingan dan membuat mereka kehilangan kendali.
"Saya evaluasi diri sendiri, dari awal sudah tertekan dari servis mereka. Tiba-tiba poinnya langsung jauh. Dari sana kami mungkin agak goyang," ungkap Leo dalam keterangan resmi PBSI.
Situasi tersebut, lanjut Leo, berdampak pada kesulitan mereka dalam membangun tempo permainan yang biasanya menjadi kekuatan utama. Ia juga mengakui adanya keterlambatan dalam mengambil keputusan taktis, khususnya di area depan lapangan.
"Harusnya saya mempercepat tempo di depan, tapi tidak bisa," tegasnya.
Bagas Maulana pun menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, secara garis besar pola permainan tidak terlalu berbeda, namun Leo/Bagas gagal menemukan ritme sejak awal gim pertama. Start yang kurang optimal dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan Malaysia.
"Secara permainan kurang lebih sama, cuma kami belum bisa mendapatkan ritme yang baik. Gim pertama ketinggalan karena kecolongan dari start-nya. Mereka bisa langsung in," jelas Bagas.
Sejak poin-poin awal, Aaron Chia/Soh Wooi Yik tampil dominan dengan tekanan agresif, membuat pasangan Indonesia terus berada dalam posisi tertinggal. Upaya untuk bangkit pada gim kedua belum mampu menghentikan konsistensi permainan lawan.
Meski harus mengubur mimpi tampil di final SEA Games 2025, Leo/Bagas menegaskan kekalahan ini menjadi bahan evaluasi berharga untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.
"Kami harus coba lagi. Tahun depan harus bisa lebih baik," pungkas Bagas.
Hasil di semifinal ini sekaligus menegaskan ketatnya persaingan ganda putra di kawasan Asia Tenggara, serta menjadi catatan penting bagi Indonesia untuk memperkuat kesiapan teknis dan mental dalam menghadapi turnamen besar ke depan.
(Dimas Rafi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media