Bola . 09/07/2026, 10:48 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co..id - Timnas Inggris menghadapi tantangan berat menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Norwegia di Miami, Amerika Serikat, Minggu 12 Juli 2026 pagi WIB. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, kini harus memutar otak ekstra keras karena sektor kanan pertahanan The Three Lions sedang mengalami krisis pemain akibat badai cedera dan akumulasi kartu.
Situasi ini menjadi ujian nyata bagi Inggris yang baru saja tampil heroik saat menyingkirkan Meksiko dengan sepuluh pemain di babak 16 besar. Namun, kini Tuchel dipaksa mencari solusi instan untuk menutup lubang di lini belakang.
Sejak awal turnamen, pemilihan pemain di sektor kanan memang sudah memicu perdebatan. Tuchel membawa Reece James yang memiliki riwayat cedera cukup panjang. Benar saja, kini James masih harus menepi dari sesi latihan akibat cedera hamstring. Memaksakan James bermain selama 90 menit melawan Norwegia tentu menyimpan risiko besar bagi kondisi jangka panjang sang pemain.
Masalah tidak berhenti di sana. Opsi darurat lainnya, Djed Spence, juga mengalami cedera ringan saat tampil sebagai pemain pengganti pada laga kontra Meksiko. Kondisi ini membuat Tuchel kehilangan dua bek kanan murninya.
Situasi semakin pelik lantaran Jarell Quansah dipastikan absen akibat hukuman kartu merah langsung yang ia terima di Mexico City. Harapan Inggris untuk mengajukan banding kepada Komite Disiplin FIFA pun tampak mustahil membuahkan hasil.
Jika Reece James dan Djed Spence gagal pulih tepat waktu, Tuchel kemungkinan besar akan menggeser bek tengah Aston Villa, Ezri Konsa, ke posisi bek kanan. Perubahan ini secara otomatis memaksa John Stones kembali masuk ke jantung pertahanan untuk berduet dengan Marc Guehi.
Namun, strategi ini menyimpan celah tersendiri. John Stones belum berada dalam level kebugaran terbaik. Setelah tampil mengecewakan pada laga pembuka melawan Kroasia, Stones sempat diparkir oleh Tuchel saat Inggris menghadapi Ghana.
Lini pertahanan darurat ini tentu menjadi alarm bahaya bagi Inggris. Meskipun kolektivitas pertahanan The Three Lions tampil luar biasa saat bermain dengan sepuluh pemain melawan Meksiko, tantangan kali ini jauh lebih besar.
Menghentikan pergerakan penyerang Meksiko, Raul Jimenez, jelas memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dengan meredam ketajaman bomber andalan Norwegia, Erling Haaland. Tuchel kini berpacu dengan waktu untuk meracik strategi pertahanan yang solid sebelum peluit sepak mula dibunyikan di Miami. Ketangguhan lini belakang akan menjadi kunci apakah Inggris mampu melaju ke babak semifinal atau justru harus mengakhiri perjalanan mereka di tangan Norwegia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media