fin.co.id - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kembali menjadi sorotan setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi denda terkait pelaksanaan pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027.
Kali ini, kesalahan terjadi saat Timnas Malaysia menjamu Timnas Nepal dalam laga kelima Grup F yang digelar di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa 18 November 2025.
Dalam pertandingan tersebut, Malaysia berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Nepal berkat gol tunggal Faisal Halim pada menit ke-56.
Hasil itu memperkokoh posisi Harimau Malaya di puncak klasemen Grup F dengan raihan poin sempurna, yakni 15 poin dari lima laga.
Namun, kemenangan tersebut ternyata diiringi masalah administratif yang berujung sanksi dari AFC.
Baca Juga
Menurut laporan media Vietnam, Thethao247.vn, AFC menjatuhkan denda sebesar 2.500 dolar AS atau sekitar Rp41,7 juta kepada FAM.
Denda ini diberikan karena babak kedua pertandingan Malaysia vs Nepal dimulai terlambat selama 1 menit 30 detik dari jadwal yang telah ditentukan.
Meski terdengar sepele, AFC menilai keterlambatan tersebut sebagai pelanggaran prosedur pertandingan yang tidak bisa ditoleransi. Terlebih, ini bukan kali pertama FAM melakukan kesalahan serupa dalam penyelenggaraan laga internasional.
AFC pun disebut telah memberikan peringatan tegas bahwa pelanggaran berulang akan berujung pada sanksi yang lebih berat di masa mendatang.
Baca Juga
Terlepas dari sanksi tersebut, performa Timnas Malaysia di Grup F patut diacungi jempol. Kemenangan atas Nepal membuat mereka tetap memimpin klasemen dengan 15 poin, unggul tiga angka atas Vietnam yang berada di posisi kedua dengan 12 poin.
Sementara itu, Nepal masih terpuruk di dasar klasemen tanpa satu pun poin dari lima pertandingan.
Laga terakhir Grup F akan mempertemukan Malaysia dan Vietnam pada akhir Maret 2026. Pertandingan tersebut menjadi penentu siapa yang berhak lolos langsung ke putaran final Piala Asia 2027.
Ironisnya, denda dari AFC ini datang di tengah situasi sulit yang tengah melanda sepak bola Malaysia. Sebelumnya, FAM dan tujuh pemain naturalisasi mereka telah dijatuhi sanksi berat oleh FIFA akibat kasus pemalsuan dokumen.
Sanksi tersebut tak hanya berupa denda, tetapi juga larangan bermain selama 12 bulan bagi tujuh pemain yang terlibat. Upaya banding yang diajukan FAM ke FIFA pun telah ditolak.