fin.co.id - Kompetisi Copa del Rey akan menyajjikan duel menarik yang mempertemukan tim divisi kedua Cultural Leonesa melawan tim kasta tertinggi, Levante yang berlangsung di Estadio Reino de León hari Kamis 18 Desember 2025 pukul 00.00 dini hari WIB.
Cultural Leonesa menatap laga ini dengan performa yang cukup stabil sehingga akan tampil percaya diri ketika main di kandang sendiri. Sementara Levante data membawa beban berat akibat tren negatif yang terus menghantui mereka di kompetisi domestik.
Duel Leonesa vs Levante bukan hanya sekadar perebutan tiket ke babak selanjutnya Copa del Rey, melainkan ajang pembuktian harga diri bagi kedua kesebelasan.
Cultural Leonesa menunjukkan tajinya sebagai tim yang patut diperhitungkan musim ini. Dalam enam pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, tim asuhan Cuco Ziganda sukses mengemas empat kemenangan. Pencapaian ini membuktikan bahwa mereka memiliki mentalitas petarung yang kuat, terutama saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Kemenangan impresif 4-2 atas Andorra CF di babak kedua Copa del Rey menjadi bukti betapa tajamnya lini depan Leonesa. Tak hanya itu, mereka juga berhasil mencuri poin penuh saat bertandang ke markas Eibar dengan skor 2-1 di kompetisi liga. Hasil-hasil positif ini memperlihatkan kemampuan pemain dalam mengonversi peluang menjadi gol secara efektif.
Meskipun sempat terpeleset saat kalah 0-2 dari Huesca baru-baru ini, Ziganda tetap optimis. Sang pelatih fokus membenahi koordinasi lini belakang yang terkadang rapuh saat menghadapi transisi cepat lawan. Leonesa rata-rata mencetak 1,5 gol per pertandingan, sebuah statistik yang cukup untuk mengancam tim kasta atas yang sedang goyah.
Baca Juga
Sosok Paco Cortes menjadi pemain yang paling diwaspadai dalam laga nanti. Pemain depan ini berkali-kali menawarkan ancaman nyata melalui skema serangan balik cepat. Kecepatan Cortes dan kreativitas lini tengah Leonesa bakal menjadi ujian berat bagi barisan pertahanan lawan yang sedang kehilangan kepercayaan diri.
Kondisi berbanding terbalik justru menyelimuti kubu Levante. Tim asuhan Julian Calero ini sedang berada dalam periode paling sulit musim ini. Bayangkan saja, dari enam laga pamungkas, mereka hanya mampu memetik satu kemenangan tipis 1-0 atas tim gurem, Cieza, di babak sebelumnya.
Selebihnya, Levante harus menelan pil pahit dengan lima kekalahan beruntun di kancah liga. Kekalahan dari tim-tim besar seperti Atletico Madrid (1-3) hingga Athletic Club (0-2) menunjukkan adanya lubang menganga di organisasi permainan mereka. Lini depan Levante tampak tumpul karena baru memproduksi 16 gol, sementara lini belakang mereka sudah jebol sebanyak 28 kali.
Julian Calero kini menghadapi tekanan besar untuk segera memutus rantai kekalahan tersebut. Copa del Rey menjadi satu-satunya pelarian bagi Levante untuk mengembalikan moral pemain. Kemenangan atas Leonesa bukan hanya soal kelolosan, melainkan tentang cara memulihkan mentalitas juara sebelum memasuki paruh kedua musim yang sangat padat.
Baca Juga
Levante diprediksi akan bermain lebih hati-hati dan berusaha mengontrol penguasaan bola sejak menit awal. Mereka perlu menemukan solusi kreatif untuk menembus pertahanan rapat Leonesa yang biasanya bermain sangat disiplin saat menghadapi tim dari kasta yang lebih tinggi.
Catatan Pertemuan dan Prediksi Jalannya Laga
Menariknya, sejarah mencatat bahwa Cultural Leonesa dan Levante belum pernah bertemu dalam kompetisi resmi mana pun. Pertemuan di Copa del Rey dini hari nanti akan menjadi babak baru dalam sejarah kedua klub. Status "asing" bagi satu sama lain ini berpotensi menghadirkan kejutan di lapangan.
Leonesa kemungkinan besar akan membiarkan Levante memegang bola dan menunggu momentum yang tepat untuk melancarkan serangan balik kilat. Sebaliknya, Levante harus bermain tanpa celah di lini tengah agar tidak mudah kehilangan bola yang bisa berujung fatal.
Mengingat performa terkini, Cultural Leonesa memiliki peluang besar untuk memaksa laga berlanjut hingga babak tambahan atau bahkan meraih kemenangan tipis. Namun, kualitas individu pemain Levante tetap bisa menjadi pembeda jika mereka mampu tampil lepas tanpa beban.