“Saya sebenarnya sempat berbicara dengan seorang pemain di pertandingan terakhir, Seelt dari Wolfsburg,” ujar Kevin Diks, dikutip dari Kompas.com.
“Dia pemain muda Wolfsburg yang juga punya akar Indonesia dan saya sempat berbincang singkat dengannya tentang Indonesia,” lanjutnya.
Kevin menilai, dengan kesamaan latar belakang dan garis keturunan, wajar jika keduanya saling bertegur sapa di tengah ketatnya persaingan Bundesliga.
Kevin Diks Jadi ‘Agen Dadakan’ untuk Timnas Indonesia
Menariknya, Kevin Diks tak menampik bahwa dirinya sempat merayu secara halus Jenson Seelt untuk mempertimbangkan peluang membela Timnas Indonesia.
Kevin memahami betul bahwa pemain dengan postur menjulang 195 cm itu tengah menjadi perhatian publik, terlebih karena statusnya sebagai pemain muda yang berkarier di liga top Eropa.
Namun, Kevin menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberi tekanan apa pun kepada juniornya tersebut.
Baca Juga
“Jadi, kita lihat saja apa yang dia pikirkan dan rasakan,” kata Kevin.
“Tapi saya tahu, dia juga mendapat banyak perhatian dan mungkin saja dia bisa menjadi pemain Indonesia kedua di Bundesliga,” tambahnya.
Kevin Diks menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa segala keputusan sepenuhnya berada di tangan Jenson Seelt. Ia tak ingin media atau publik justru membuat sang pemain merasa tertekan.
“Saya tidak akan memberi tekanan. Karena sekarang media akan mendatanginya dan berkata seperti, ‘Hei, kamu bicara dengan Kevin Diks soal ini,’” pungkas Kevin.
Baca Juga
Jika suatu saat Jenson Seelt benar-benar mempertimbangkan membela Merah Putih, kehadirannya tentu bisa menjadi tambahan kekuatan penting di lini belakang Timnas Indonesia.
Namun untuk saat ini, publik sepak bola Tanah Air tampaknya perlu bersabar dan menunggu keputusan sang pemain. Yang jelas, perbincangan sederhana di Bundesliga itu telah membuka harapan baru bagi masa depan Timnas Indonesia di level internasional. (*)