Intinya:
- John Herdman dianggap kandidat terbaik karena statusnya bebas transfer dan harganya lebih terjangkau.
- PSSI sudah mengantongi dua nama hasil wawancara di Eropa dan segera diputuskan oleh rapat Exco.
- Pelatih baru pengganti Patrick Kluivert akan diumumkan resmi pada bulan ini atau bulan depan.
Rumor mengenai kedekatan Herdman dengan Indonesia juga diperkuat oleh laporan media asing asal Honduras, Diez. Dalam laporannya, Herdman dikabarkan menjadi kandidat kuat pelatih Indonesia dan disebut telah menolak tawaran untuk melatih tim nasional Honduras demi memprioritaskan peluang bersama skuad Garuda.
fin.co.id - Kursi pelatih kepala tim nasional Indonesia yang tengah kosong menjadi sorotan hangat para pengamat sepak bola nasional. Pengamat sepak bola Indonesia, Haris Pardede, atau yang akrab disapa Bung Harpa, menyebut mantan pelatih tim nasional Kanada, John Herdman, sebagai pilihan yang paling masuk akal untuk menahkodai skuad Garuda di masa depan.
Pandangan tersebut disampaikan Harpa saat menghadiri acara malam penghargaan untuk insan olahraga Indonesia, "Santini JMTV Awards 2025", di Jakarta pada Kamis 18 Desember malam. Menurutnya, rekam jejak Herdman yang sukses membawa Kanada menembus putaran final Piala Dunia 2022 setelah absen selama 36 tahun menjadi nilai tawar yang kuat.
"Ya, dari dua calon ini kan kita lihat yang lebih masuk akal John Herdman ya. Pelatih yang membawa Kanada lolos Piala Dunia," kata Bung Harpa.
Selain faktor prestasi, aspek ketersediaan dan anggaran menjadi pertimbangan utama. Saat ini, Herdman berstatus tanpa klub atau sedang menganggur. Kondisi ini dinilai lebih menguntungkan dibandingkan kandidat lain yang santer dibicarakan di media sosial, yaitu Giovanni van Bronckhorst. Diketahui, Van Bronckhorst saat ini masih menjabat sebagai asisten pelatih Arne Slot di klub raksasa Inggris, Liverpool.
"Dari segi budget juga kelihatan lebih masuk akal. Terus dari segi availability juga yang bersangkutan sedang available. Giovanni, saya sempat ngobrol juga dengan salah seorang keluarga dekatnya. Ya, statusnya seperti yang kita ketahui masih dalam asisten pelatih Liverpool. Jadi ya, dan secara rate juga mungkin lebih tinggi," tutur dia.
Kebutuhan akan pelatih baru ini muncul setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert dua bulan lalu. Pelatih asal Belanda tersebut dicopot dari jabatannya setelah dianggap gagal mengantarkan Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Rumor mengenai kedekatan Herdman dengan Indonesia juga diperkuat oleh laporan media asing asal Honduras, Diez. Dalam laporannya, Herdman dikabarkan menjadi kandidat kuat pelatih Indonesia dan disebut telah menolak tawaran untuk melatih tim nasional Honduras demi memprioritaskan peluang bersama skuad Garuda.
Di sisi lain, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Endri Erawan, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi dua kandidat terkuat hasil dari proses wawancara di Eropa. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan dipilih bakal ditentukan dalam rapat Exco bersama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang dijadwalkan berlangsung setelah berakhirnya ajang SEA Games 2025 di Thailand. PSSI menargetkan pengumuman resmi akan dilakukan paling lambat pada bulan depan.
Bung Harpa pun mengapresiasi langkah prosedural yang diambil PSSI dalam menentukan suksesor Kluivert. Ia berharap mekanisme ini dijalankan secara transparan melalui penilaian teknis dari Direktur Teknik.
"Karena prosesnya juga setahu saya juga melalui proses yang cukup prosedural, sama seperti dulu ketika memilih Shin Tae-yong dibandingkan Luis Milla. Dikasih tau spesifikasinya ke Dirtek. Dirtek mengerucutkan, wawancara. Lalu dua, nanti Exco akan memilih. Kita berharap prosedur ini tetap dilaksanakan. Bukan one man show," ujar Harpa.
Menutup keterangannya, Harpa mengajak seluruh pecinta sepak bola tanah air untuk memberikan dukungan penuh kepada siapa pun yang nantinya ditunjuk oleh federasi. Ia berharap pilihan kali ini tepat demi ambisi besar Indonesia menembus Piala Dunia 2030.
"Apapun itu, mungkin kita punya preferensi berbeda-beda. Namun itu harus dihargai. Seperti dahulu juga pergantian dari Shin Tae-yong ke Kluivert. Mungkin kita terbelah tapi kita tetap dukung federasi. Mudah-mudahan ini adalah pilihan yang terbaik," pungkasnya.