Bola . 19/12/2025, 20:44 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Dari segi budget juga kelihatan lebih masuk akal,” ucap Bung Harpa.
Menurutnya, federasi harus cermat dalam menyeimbangkan kualitas pelatih dengan kemampuan finansial. Pelatih dengan nama besar namun biaya terlalu tinggi justru bisa menjadi beban dalam jangka panjang.
Nama Giovanni van Bronckhorst memang tak bisa dipungkiri memiliki daya tarik besar. Namun, statusnya saat ini dinilai menjadi hambatan utama. Giovanni masih menjabat sebagai asisten pelatih Arne Slot di Liverpool, sebuah posisi prestisius yang membuat proses negosiasi menjadi rumit.
“Giovanni, saya sempat ngobrol juga dengan salah seorang keluarga dekatnya,” ungkap Bung Harpa.
Ia menilai, dengan status tersebut, kecil kemungkinan Giovanni bisa segera fokus menangani Timnas Indonesia. Selain itu, nilai kontraknya juga diperkirakan jauh lebih tinggi.
“Statusnya seperti yang kita ketahui masih dalam asisten pelatih Liverpool,” lanjut Bung Harpa.
Menariknya, laporan media asing asal Honduras, Diez, turut memperkuat spekulasi soal John Herdman. Media tersebut menyebut Herdman sebagai kandidat kuat pelatih Timnas Indonesia berikutnya.
Dalam laporannya, Herdman dikabarkan menerima beberapa tawaran melatih, namun memilih menolak tawaran dari Honduras demi peluang menangani Timnas Indonesia. Situasi ini memberi sinyal kuat bahwa Herdman tertarik dengan proyek sepak bola Indonesia.
Bagi publik dan pengamat, ketertarikan langsung dari sang pelatih tentu menjadi poin positif tersendiri.
Di sisi lain, PSSI memastikan proses pemilihan pelatih baru berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Anggota Exco PSSI Endri Erawan menyebut pihaknya telah mengantongi dua kandidat terkuat hasil rangkaian wawancara di Eropa.
Dua nama tersebut nantinya akan dibawa ke rapat Exco bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Rapat penentuan dijadwalkan berlangsung setelah SEA Games 2025 di Thailand berakhir.
PSSI menargetkan pengumuman pelatih baru dilakukan dalam waktu dekat, baik bulan ini maupun bulan depan.
Bung Harpa mengapresiasi langkah PSSI yang tetap menjalankan proses secara kolektif dan prosedural. Ia menilai mekanisme ini penting untuk menjaga kualitas keputusan dan menghindari keputusan sepihak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media