Paolo Vanoli sempat melakukan rotasi besar saat Fiorentina tampil di ajang Conference League menghadapi Lausanne Sport. Kemenangan menjadi target demi menjaga peluang finis di delapan besar fase liga.
Namun, Fiorentina kembali gagal. Mereka kalah 0-1 dan tak mampu memberikan respons berarti meski memasukkan Moise Kean dan Albert Gudmundsson.
Hasil tersebut membuat Fiorentina harus puas finis di posisi ke-16 dan menjalani playoff dua leg pada Februari. Dengan kondisi tersebut, fokus kini sepenuhnya tertuju pada Serie A.
Udinese Datang dengan Modal Kuat
Di sisi lain, Udinese justru tampil dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka baru saja meraih kemenangan impresif atas Napoli.
Meski gol Nicolo Zaniolo sempat dianulir, Jurgen Ekkelenkamp memastikan kemenangan lewat sepakan keras yang tak terbendung.
Musim lalu, Udinese juga menang 2-1 di Stadion Artemio Franchi. Jika kembali meraih hasil positif, mereka akan mencatat kemenangan tandang beruntun atas Fiorentina untuk pertama kalinya sejak 1989.
Baca Juga
Performa Udinese Masih Naik Turun
Meski mampu mengalahkan tim besar, performa Udinese belum sepenuhnya konsisten. Dari enam laga terakhir Serie A, mereka mencatat tiga kemenangan dan tiga kekalahan, serta tersingkir dari Coppa Italia.
Menariknya, setiap kemenangan Udinese selalu diiringi dengan catatan nirbobol. Namun di laga lain, lini belakang mereka kerap kebobolan dalam jumlah yang cukup banyak.
Kondisi Skuad Fiorentina
Fiorentina diperkirakan akan kembali menurunkan sejumlah pemain inti. David De Gea, Dodo, dan Rolando Mandragora berpeluang kembali ke starting eleven. Cher Ndour juga tersedia setelah menjalani skorsing UEFA.
Moise Kean diprediksi menjadi starter setelah mencetak gol di dua laga melawan Udinese musim lalu.
Baca Juga
Meski demikian, performanya di Serie A musim ini masih belum optimal, dengan hanya dua gol dari 58 percobaan tembakan.
Beberapa pemain masih diragukan tampil, di antaranya Robin Gosens dan Jacopo Fazzini, sementara Tariq Lamptey masih menjalani pemulihan cedera jangka panjang.