fin.co.id - Seorang pemain muda berposisi gelandang serang asal Belanda, Danilson Soares Silva, secara terbuka mengaku menunggu panggilan Timnas Indonesia, bahkan hingga mengesampingkan tawaran dari Timnas Tanjung Verde (Cape Verde) yang sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Danilson dalam perbincangan bersama mantan pemain Timnas Indonesia, Yussa Nugraha, melalui sebuah podcast YouTube yang belakangan ramai diperbincangkan di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air.
Danilson Soares Silva lahir di Belanda 23 tahun lalu. Meski besar dan berkembang di Eropa, ia memiliki latar belakang darah campuran yang kuat. Darah Tanjung Verde mengalir dari sang ayah, sementara darah Indonesia berasal dari sang nenek di pihak ibu, yang lahir di Bandung, Jawa Barat.
“Ya saya punya darah Indonesia dari nenek saya yang lahir di Bandung, orang tua dari ibu saya,” ujar Danilson.
Baca Juga
“Saya juga memiliki darah Cape Verde dari ayah saya. Nenek saya ketika berumur 14 tahun pindah ke Belanda bersama ibu saya,” tambahnya.
Fakta ini membuat Danilson secara regulasi berpeluang membela lebih dari satu negara, termasuk Indonesia, jika proses administrasi kewarganegaraan dan naturalisasi bisa ditempuh.
Sudah Didekati Tanjung Verde, Tapi Masih Menunggu Indonesia
Dalam perbincangan terbarunya, Danilson mengungkapkan bahwa Timnas Tanjung Verde sudah lebih dulu menghubunginya, tak lama setelah ia menandatangani kontrak profesional bersama Bruno’s Magpies, klub yang berlaga di liga tertinggi Gibraltar.
Baca Juga
“Sejak saya tanda tangan kontrak di sini, timnas Cape Verde sudah mulai menghubungi saya,” kata Danilson.
“Mereka menanyakan apakah saya sudah punya paspor Cape Verde. Saat ini saya belum punya, jadi harus mengurusnya kalau itu jadi.”
Menariknya, meskipun Tanjung Verde sudah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026, Danilson belum memberikan jawaban pasti. Alasannya sederhana namun bermakna: ia masih menunggu Timnas Indonesia.
Terbuka Bela Timnas Indonesia
Danilson tak menutupi keinginannya untuk mengenakan seragam Merah Putih. Ia bahkan sudah menyampaikan niat tersebut kepada sang agen agar membuka komunikasi dengan pihak PSSI.