fin.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir belum banyak mengungkapkan pandangannya terkait evaluasi hasil SEA Games 2025 Thailand. Ia beralasan baru kembali menjalani aktivitas kantor dan masih memusatkan perhatian pada penelaahan anggaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir ketika ditemui awak media sesaat setelah keluar dari ruang kerjanya di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jumat, 2 Januari 2026.
Walaupun wartawan telah menunggu kurang lebih dua jam, Erick hanya melontarkan komentar singkat sebelum segera meninggalkan lokasi.
"Baru ngantor sehari. Baru review anggaran," singkat Erick di Jakarta pada Jumat, 2 Januari 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Erick Thohir yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terlihat berjalan cepat sambil menenteng sebuah map.
Kondisi tersebut membuat penantian panjang awak media berakhir tanpa keterangan lebih jauh mengenai evaluasi penyelenggaraan SEA Games.
Baca Juga
Menariknya, alih-alih menjawab pertanyaan yang dilontarkan, Erick justru meluangkan waktu menyapa wartawan dengan ucapan tahun baru.
"Selamat Tahun Baru," katanya sembari memberi salam kepada awak media.
Sikap tertutup Erick kali ini berbeda dengan pernyataannya beberapa waktu lalu terkait performa kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand.
Kala itu, Erick menegaskan pemerintah tidak ingin terbuai meski Indonesia menorehkan prestasi impresif dengan perolehan 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu, yang menjadi capaian terbaik di luar negeri dalam 30 tahun terakhir.
Baca Juga
Ia menilai, proses evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk mengidentifikasi cabang olahraga potensial sebagai dasar perumusan strategi ke depan.
"Kita bergerak cepat, kita tidak mau terlena dengan hasil positif ini. Saya bersama tim evaluasi duduk bersama untuk membahas garis besar bagaimana performa kontingen kita. Di pertengahan Januari, saya ingin kita sudah bisa memetakan potensi emas kita di Asian Games," jelas Erick dalam keterangan resmi Kemenpora pada Rabu, 24 Desember 2025.
Lebih jauh, Erick menekankan pentingnya ketepatan dalam menilai kontribusi masing-masing cabang olahraga. Penilaian tersebut akan sangat menentukan jumlah atlet yang akan dikirim ke Asian Games 2026 di Jepang pada September mendatang.
"Waktu yang kita miliki tidak lama lagi, kurang dari sembilan bulan. Kita butuh segera merumuskan strategi dan perencanaan yang matang," pungkasnya.
Dimas Rafi/Disway