fin.co.id - Stadion Manahan Solo mendadak sunyi! Persita Tangerang baru saja mempermalukan tuan rumah Persis Solo dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung Minggu sore. Tak tanggung-tanggung, Pendekar Cisadane sukses mencuri tiga poin penuh setelah menggasak tim kebanggaan warga Solo dengan skor telak 3-1. Hasil ini tentu saja membuat para pendukung tuan rumah merasa terpukul sekaligus "FOMO" melihat tim kesayangan mereka semakin terpuruk di dasar klasemen.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persita yang kini mencatatkan dua kemenangan beruntun. Sebaliknya, bagi Laskar Sambernyawa, hasil negatif ini memperpanjang rekor kekalahan beruntun mereka menjadi tiga kali berturut-turut. Jika tim asuhan Persis tidak segera berbenah, ancaman degradasi benar-benar nyata di depan mata.
Babak Pertama: Persita Tangerang Ngamuk di Kandang Lawan
Persita Tangerang langsung tancap gas sejak peluit pertama berbunyi. Pertandingan baru berjalan lima menit, gawang Gianluca Pandeynuwu sudah kebobolan. Matheus Alves membuka keunggulan setelah memanfaatkan situasi tendangan sudut dengan sundulan kepala yang sangat akurat. Gol cepat ini seolah meruntuhkan mental para pemain tuan rumah sejak dini.
Belum sempat Persis Solo menata barisan pertahanan, Aleksa Andrejic kembali menghukum mereka pada menit ke-14. Andrejic melepaskan tendangan dari sudut sempit di sisi kanan pertahanan Persis yang menghujam pojok atas gawang. Skor berubah menjadi 2-0. Keunggulan dua gol ini membuat Pendekar Cisadane semakin percaya diri menguasai jalannya laga di Stadion Manahan.
Drama VAR dan Dominasi Aleksa Andrejic
Laskar Sambernyawa sebenarnya sempat mencetak gol balasan pada menit ke-28 melalui Kodai Tanaka yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Namun, kegembiraan suporter tuan rumah sirna seketika. Setelah wasit Mustafa Kamal melakukan tinjauan Video Assistant Referee (VAR), ia menganulir gol tersebut karena terjadi posisi offside sebelum gol tercipta.
Menjelang babak pertama usai, mimpi buruk Persis semakin lengkap. Pada menit ke-41, sebuah skema serangan balik cepat yang dimotori oleh penyerang muda Hokky Caraka membuahkan hasil. Hokky mengirimkan umpan tarik yang sempat terhalau pemain lawan, namun bola liar langsung disambar oleh Aleksa Andrejic untuk mencetak gol keduanya. Persita menutup babak pertama dengan keunggulan telak 3-0.
Baca Juga
Babak Kedua: Persis Solo Berusaha Bangkit Lewat Titik Putih
Memasuki paruh kedua, Persis Solo tampil lebih terbuka untuk mengejar ketertinggalan. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-59 ketika wasit menunjuk titik putih. Javlon Guseynov dianggap melakukan pelanggaran terhadap Jose Cleyton saat duel memperebutkan bola lemparan ke dalam. Tanpa tinjauan VAR, wasit tetap pada keputusannya memberikan penalti.
Gervane Kastaneer maju sebagai eksekutor. Meski tendangan pertamanya sempat ditepis oleh kiper Igor Rodrigues, Kastaneer dengan sigap menyambar bola muntah untuk memperkecil kedudukan menjadi 3-1 pada menit ke-62. Gol ini sempat membangkitkan asa bagi Laskar Sambernyawa untuk mengejar ketertinggalan lebih jauh.
Aksi Igor Rodrigues dan Gangguan Suar di Menit Akhir
Meskipun Persis Solo mendominasi penguasaan bola di babak kedua, ketangguhan Igor Rodrigues di bawah mistar gawang Persita patut diacungi jempol. Igor berkali-kali mematahkan peluang emas tuan rumah, termasuk sundulan tajam dari Kastaneer dan Jose Cleyton di penghujung laga. Persita sendiri sesekali mengancam melalui serangan balik dari Pablo Ganet, meski belum menambah pundi gol.
Pertandingan sempat terhenti pada menit ke-85 gara-gara aksi beberapa penonton yang menyalakan suar di dalam stadion. Wasit menghentikan laga sekitar lima menit demi keamanan sebelum akhirnya melanjutkannya kembali. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap tidak berubah untuk kemenangan tim tamu.
Baca Juga
Kemenangan ini membawa Persita Tangerang meroket ke posisi kelima klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 28 poin. Di sisi lain, Persis Solo makin merana di dasar klasemen dengan hanya mengantongi tujuh poin dari seluruh pertandingan yang telah mereka jalani. (*)