fin.co.id - Manchester United resmi memecat Ruben Amorim dari kursi kepelatihan pada Senin, 5 Januari 2026.
Penampilan Manchester United kurang memuaskan semenjak dipegang oleh Ruben Amorim. Selama 63 pertandingan pelatih asal Portugal tersebut meraih 25 kemenangan, 15 imbang, dan 23 kali kalah.
Pada pertandingan terakhirnya, Manchester United bermain imbang 1-1 kontra Leeds United. Hasil itu membuat Setan Merah berada di posisi keenam di Liga Inggris setelah melakoni 20 pertandingan.
Melansir dari akun Instagram Fabrizio Romano, pemecatan Ruben Amorim bukan karena performa Manchester United melainkan permasalahan internal tim yang tidak kondusif.
"Ruben Amorim telah dikeluarkan oleh Manchester United. Keputusan yang dibuat oleh klub pagi ini setelah pernyataan kasarnya kemarin," terang Fabrizio Romano di Instagram pribadinya.
Baca Juga
Untuk pengganti Ruben Amorim, Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebaai pelatih sementara. Ia akan melakukan pertandingan pertamanya melawan Burnley pada Rabu malam.
Keputusan ini telah diambil oleh tim kepemimpinan klub, termasuk kepala eksekutif Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox, setelah terjadi keretakan hubungan di balik layar.
Pertandingan pertamanya akan berlangsung di kandang Burnley pada Rabu malam, dan penunjukan permanen kemungkinan akan menunggu hingga musim panas.
Keputusan ini telah diambil oleh tim kepemimpinan klub, termasuk kepala eksekutif Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox, setelah terjadi keretakan hubungan di balik layar.
Baca Juga
Ruben Amorim ditunjuk menjadi pelatih Manchester United pada bulan November 2024. Tidak ada klausul yang memungkinkan pemutusan kontrak dengan harga diskon, yang berarti United harus membayar kontraknya secara penuh. Kontrak tersebut seharusnya berlaku hingga 2027 dengan opsi perpanjangan satu tahun lagi.
“Ini akan berlangsung selama 18 bulan atau sampai dewan direksi memutuskan untuk melakukan perubahan,” tambah Amorim. “Itulah poin saya, saya ingin mengakhirinya dengan itu. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya.”
Ruben Amorim telah dikritik karena dianggap kurang fleksibel secara taktis selama masa jabatannya di Manchester United, karena preferensinya terhadap formasi 3-4-3.
Namun, The Athletic UK melaporkan pada bulan Desember bahwa United telah mencoba formasi lain dalam latihan. Melawan Newcastle United pada 26 Desember, tim Ruben Amorim mencatatkan kemenangan 1-0 dengan formasi 4-2-3-1, sebelum kembali ke formasi 3-4-3 dan bermain imbang 1-1 melawan Wolverhampton Wanderers empat hari kemudian.(*#).