fin.co.id - Timnas Mesir bersiap melanjutkan dominasi mereka dalam ajang Piala Afrika (AFCON) 2025 saat menghadapi Benin pada babak 16 besar. Duel krusial ini akan berlangsung di Stadion Adrar, Rabat, Maroko, pada Senin 5 Januari 2026 malam pukul 23.00 WIB.
Skuad berjuluk 'The Pharaohs' atau Firaun tersebut mengusung misi besar untuk menambah koleksi gelar juara mereka menjadi delapan trofi. Dengan status sebagai pemegang rekor juara terbanyak sepanjang sejarah kompetisi, Mesir datang ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif di babak penyisihan.
Mesir berhasil mengamankan posisi puncak Grup B dengan raihan tujuh poin dari tiga pertandingan. Tim asuhan Hossam Hassan ini belum menyentuh kekalahan sekalipun sepanjang turnamen berlangsung.
Perjalanan mereka bermula dengan laga dramatis melawan Zimbabwe. Meski sempat tertinggal lebih dulu, Mesir menunjukkan mental juara. Bintang Liverpool, Mohamed Salah, muncul sebagai pahlawan setelah mencetak gol kemenangan di masa injury time yang mengubah skor menjadi 2-1.
Kegemilangan Salah berlanjut pada laga kedua. Penyerang tajam ini kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui titik putih, sekaligus memastikan kemenangan tipis 1-0 atas Afrika Selatan. Pada laga pamungkas grup, Mesir memilih bermain aman dan menutup fase awal dengan hasil imbang tanpa gol melawan Angola.
Keberhasilan menembus babak knockout tahun ini menandai pencapaian Mesir yang selalu lolos ke fase gugur dalam delapan edisi AFCON berturut-turut. Konsistensi inilah yang membuat mereka menjadi kandidat kuat juara musim ini.
Baca Juga
Berbeda nasib dengan Mesir, Benin melangkah ke babak 16 besar dengan penuh perjuangan. Skuad berjuluk 'The Cheetahs' tersebut hanya mampu finis di posisi ketiga Grup D dengan perolehan tiga poin. Beruntung, selisih gol yang lebih baik menyelamatkan mereka dan membawa mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Perjalanan Benin di fase grup pun tergolong fluktuatif. Mereka harus menelan pil pahit setelah kalah 0-1 dari DR Congo di laga perdana. Namun, harapan sempat muncul saat mereka berhasil menumbangkan Botswana pada pertandingan kedua.
Sayangnya, momentum positif tersebut sirna di hadapan Senegal. Benin tak berdaya saat gawang mereka kebobolan tiga gol melalui aksi Abdoulaye Seck, Habib Diallo, dan Pape Ndiaye. Meski kalah telak di laga terakhir grup, keberuntungan masih berpihak pada tim asuhan Gernot Rohr ini untuk menantang raksasa Afrika di babak 16 besar.
Berdasarkan data statistik, Mesir memiliki catatan sejarah yang sangat superior atas Benin. Kedua tim tercatat baru bertemu sebanyak empat kali di kompetisi resmi maupun persahabatan. Dari total pertemuan tersebut, Mesir belum pernah mencicipi kekalahan.
Baca Juga
Setelah bermain imbang pada pertemuan perdana Juli 2004, Mesir sukses menyapu bersih tiga laga berikutnya dengan kemenangan. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada AFCON edisi Januari 2010 silam. Kala itu, Mesir tampil dominan dan membungkam perlawanan The Cheetahs.
Statistik terkini juga tidak memihak Benin. Mereka telah menelan empat kekalahan dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sebaliknya, Mesir justru tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir mereka dengan catatan tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Prediksi Pertandingan: Mesir Diunggulkan Menang Mudah
Melihat kualitas komposisi pemain dan kedalaman skuad, Mesir jelas menjadi unggulan utama dalam laga malam nanti. Kehadiran Mohamed Salah di lini depan menjadi ancaman nyata bagi barisan pertahanan Benin yang tampak rapuh saat melawan Senegal.
Benin diprediksi akan bermain bertahan total dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mencuri gol. Namun, kedisiplinan lini belakang Mesir yang baru kebobolan satu gol sepanjang turnamen akan menjadi tembok besar bagi para pemain depan Benin.