fin.co.id - Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional.
Pendekatan taktik pelatih asal Inggris tersebut bahkan sudah “tercium” sejak hari pertama pengumuman resminya oleh PSSI pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Herdman diyakini membawa filosofi sepak bola modern yang adaptif, fleksibel, dan sangat kontekstual. Ia bukan tipe pelatih yang kaku dengan satu skema, melainkan sosok arsitek permainan yang mampu menyesuaikan strategi dengan karakter lawan sekaligus memaksimalkan potensi pemain yang dimilikinya.
Filosofi inilah yang membuat publik optimistis terhadap masa depan Timnas Indonesia di bawah komandonya.
PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, menandai dimulainya era baru dengan ekspektasi yang cukup tinggi.
Baca Juga
Keputusan ini tidak diambil secara sembarangan, mengingat rekam jejak Herdman yang teruji di level internasional.
John Herdman bukan sekadar pelatih dengan CV panjang, tetapi figur yang dikenal sukses membangun fondasi tim nasional dari nol hingga mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Penunjukannya dipandang sebagai langkah strategis PSSI untuk membawa Timnas Indonesia naik kelas, tidak hanya secara hasil, tetapi juga secara identitas permainan.
Salah satu alasan utama PSSI menunjuk Herdman adalah prestasinya yang terbilang langka.
Baca Juga
Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Bersama Timnas Putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011.
a juga mencetak sejarah dengan mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016, sebuah pencapaian luar biasa di sepak bola wanita.
Kesuksesan itu berlanjut di sektor putra. Saat mengambil alih Timnas Kanada pada 2018, Herdman melakukan revolusi besar.
Hasilnya, Kanada sukses lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah absen selama 36 tahun sejak terakhir tampil pada 1986.