fin.co.id - Stadion Moulay Hasan di Rabat akan menjadi saksi bisu bentrokan dua kekuatan sepak bola Benua Hitam saat Aljazair berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) pada babak 16 besar Piala Afrika 2025/2026. Pertandingan krusial ini akan berlangsung pada Selasa 6 Januari 2026 malam pukul 23.00 WIB.
Laga ini bukan sekadar perebutan tiket menuju perempat final, melainkan pembuktian konsistensi bagi Aljazair. Pasukan "Les Fennecs" datang dengan status unggulan utama berkat komposisi pemain bintang yang merumput di liga-liga top Eropa. Di sisi lain, RD Kongo siap mengandalkan determinasi tinggi dan fisik yang prima untuk menjungkirbalikkan prediksi pengamat.
Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim, Aljazair memiliki catatan yang sangat mentereng. Dari berbagai ajang resmi internasional, tim asal Afrika Utara ini belum pernah mengecap kekalahan dari RD Kongo. Dominasi ini memberikan keuntungan psikologis yang besar bagi anak asuh pelatih Aljazair saat mereka memasuki lapangan hijau di Rabat.
Meski demikian, fase gugur atau knockout selalu menyajikan cerita yang berbeda. Rekor pertemuan memang berpihak pada Aljazair, namun RD Kongo memiliki reputasi sebagai "pembunuh raksasa" saat tampil tanpa beban. Tim berjuluk The Leopards tersebut sering kali menunjukkan pertahanan yang sangat solid ketika menghadapi tim dengan nama besar, sebuah fakta yang wajib diwaspadai oleh lini depan Aljazair.
Pertarungan taktis akan menjadi kunci utama dalam laga ini. Aljazair kemungkinan besar akan tetap mengandalkan filosofi penguasaan bola yang dominan. Dengan formasi andalan 4-2-3-1, mereka akan mencoba mengontrol ritme permainan sejak menit awal. Kreativitas para pemain sayap mereka akan menjadi motor serangan utama untuk membongkar pertahanan lawan yang rapat.
Aljazair juga memiliki kelebihan pada fleksibilitas posisi pemain depan mereka. Pergerakan yang cair antara penyerang lubang dan pemain sayap sering kali membuat barisan pertahanan lawan kebingungan. Selain menyerang, Aljazair juga menunjukkan kedisiplinan luar biasa dalam transisi bertahan. Hal ini penting untuk mencegah lawan membangun momentum saat mereka kehilangan bola di area sepertiga akhir.
Baca Juga
Sebaliknya, RD Kongo diprediksi akan bermain lebih pragmatis dan menunggu. Mereka kemungkinan besar akan menerapkan blok pertahanan rendah (low block) untuk menutup ruang gerak para pemain kreatif Aljazair. Strategi ini bertujuan untuk memancing pemain Aljazair keluar dari posisinya, lalu RD Kongo akan melancarkan serangan balik kilat yang mematikan.
Kekuatan fisik pemain RD Kongo menjadi senjata rahasia, terutama dalam situasi bola mati atau duel udara. Jika Aljazair lengah dalam mengantisipasi umpan-umpan panjang, transisi cepat RD Kongo bisa berakibat fatal bagi gawang Les Fennecs.
Aljazair memikul beban ekspektasi yang tinggi dari publik mereka untuk membawa pulang trofi Piala Afrika tahun ini. Setelah menunjukkan performa impresif di fase grup, kegagalan di babak 16 besar tentu akan menjadi bencana bagi tim nasional mereka. Oleh karena itu, konsentrasi penuh selama 90 menit menjadi harga mati bagi Riyad Mahrez dan kawan-kawan.
Sementara itu, RD Kongo justru berada dalam posisi yang lebih menguntungkan secara mental. Berstatus sebagai tim non-unggulan dalam laga ini, mereka bisa bermain lebih lepas. Semangat kolektif yang mereka tunjukkan sepanjang turnamen ini menjadi modal berharga untuk menciptakan kejutan besar di Stadion Moulay Hasan.
Baca Juga
Prediksi Jalannya Pertandingan
Melihat komposisi pemain dan gaya bermain kedua tim, Aljazair tetap menjadi favorit untuk melaju ke babak berikutnya. Namun, jalannya pertandingan tidak akan mudah. Aljazair perlu mencetak gol cepat untuk meruntuhkan moral bertanding RD Kongo. Jika pertandingan bertahan dengan skor kacamata hingga babak kedua, tekanan justru akan berpindah ke pundak para pemain Aljazair, dan saat itulah RD Kongo bisa mengambil keuntungan.
Laga diprediksi akan berakhir Aljazair 1-0 Kongo. (*#).