Raket . 07/01/2026, 17:16 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, harus mengerahkan seluruh tenaga dan taktik terbaik mereka untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Malaysia Open 2026. Mereka berhasil menaklukkan duet Lee Fang/Ler Fang-Jen dari Chinese Taipei dalam pertandingan tiga gim yang menegangkan, membuktikan bahwa tidak semua lawan dari negara tersebut bermain dengan gaya yang sama.
fin.co.id - Pertandingan yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada Rabu, 7 Januari 2026, ini menjadi bukti bahwa setiap lawan memiliki keunikan tersendiri. Fajar Alfian, salah satu penggawa utama pasangan peringkat enam dunia ini, mengungkapkan bahwa Lee Fang/Ler Fang-Jen bermain dengan strategi yang tidak biasa.
Berbeda dengan kebanyakan atlet Chinese Taipei yang dikenal mengandalkan kekuatan (power) dan kecepatan (speed), pasangan ini justru memilih pendekatan yang lebih aman dan terstruktur. "Memang pasangan Taipei terkenal dengan power dan speed kecuali pasangan ini. Mereka tidak mengandalkan speed dan power, tapi mengandalkan permainan aman dan tampil sangat apik," ujar Fajar berdasarkan keterangan resmi PBSI yang diterima hari ini.
Kemenangan Fajar/Fikri diraih dengan skor 24-26, 21-24, dan 21-8. Skor yang ketat di dua gim pertama menunjukkan betapa sengitnya perlawanan yang mereka hadapi.
Fajar mengakui, pada gim pertama, dominasi mereka sempat terganggu oleh kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. "Tadi di gim pertama kami sudah unggul 11-6, tapi kami juga banyak melakukan kesalahan sendiri," jelas Fajar.
Kesalahan-kesalahan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Lee Fang/Ler Fang-Jen untuk membangun reli-reli panjang yang membuat Fajar/Fikri kesulitan menembus pertahanan lawan.
Pasangan Chinese Taipei ini memang piawai dalam membangun serangan secara sabar dan rapi, membuat lawan harus ekstra hati-hati dalam setiap pukulan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menguras energi dan kesabaran lawan.
Namun, Fajar/Fikri tidak tinggal diam. Mereka menunjukkan mental juara yang luar biasa dengan beradaptasi pada gim penentuan.
Muhammad Shohibul Fikri, partner Fajar, menyoroti pentingnya kesabaran yang mereka tunjukkan di gim ketiga. "Kami cukup sabar dan mereka yang jadi banyak kesalahan sendiri," ungkap Fikri.
Dengan bermain lebih sabar, Fajar/Fikri berhasil membalikkan keadaan. Mereka tidak terpancing emosi atau terburu-buru menyerang, melainkan fokus pada pengembalian bola yang akurat dan menunggu momen yang tepat untuk memberikan tekanan balik.
Strategi ini terbukti jitu. Alih-alih memecah pertahanan lawan, justru pasangan Chinese Taipei yang mulai melakukan lebih banyak kesalahan akibat tekanan yang mereka rasakan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media