fin.co.id - Derbi panas Afrika Barat akan tersaji di babak perempat final Piala Afrika 2025. Timnas Mali dijadwalkan menghadapi Senegal pada laga perempat final pertama yang akan berlangsung di Grand Stade de Tanger, Jumat 9 Januari 2026 malam waktu setempat.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, tetapi juga pertarungan gengsi dua kekuatan tradisional Afrika Barat.
Mali melangkah ke babak delapan besar dengan cara dramatis. Les Aigles harus bekerja ekstra keras saat menghadapi Tunisia di babak 16 besar. Dalam kondisi kurang ideal, Mali bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-26 setelah Woyo Coulibaly menerima kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Hannibal Mejbri. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Mali semakin besar.
Meski demikian, Mali menunjukkan mental tangguh. Mereka tertinggal lebih dulu, namun tetap menjaga intensitas permainan hingga menit akhir. Perjuangan tersebut berbuah manis setelah Mali berhasil menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu. Laga pun berlanjut ke adu penalti, dan Mali keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2. Hasil itu memastikan langkah Mali ke perempat final meski belum sekalipun meraih kemenangan di waktu normal sepanjang turnamen.
Catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Tom Saintfiet. Dalam empat pertandingan pertama Piala Afrika 2025, Mali belum mampu menutup laga dengan kemenangan dalam 90 menit. Oleh karena itu, laga melawan Senegal menjadi kesempatan emas untuk mencatat kemenangan pertama sekaligus mengamankan tiket ke semifinal.
Namun, tantangan yang dihadapi Mali tidak akan mudah. Setelah duel melelahkan kontra Tunisia, Les Aigles berpotensi kembali menghadapi pertandingan ketat. Apalagi, tiga laga perempat final terakhir Mali di Piala Afrika selalu berakhir imbang di waktu normal. Jika kembali terulang, skenario adu penalti bisa kembali menghantui perjalanan mereka.
Baca Juga
Kemenangan atas Senegal juga memiliki makna historis bagi Mali. Jika berhasil melaju, mereka akan kembali ke semifinal untuk pertama kalinya sejak edisi 2013. Saat itu, Mali harus mengakui keunggulan Nigeria dengan skor telak 1-4. Kini, generasi baru Mali berambisi menghapus catatan tersebut dan melangkah lebih jauh di turnamen.
Di sisi lain, Senegal datang dengan kepercayaan diri tinggi. Singa Teranga tampil konsisten sejak fase grup dan berhasil finis sebagai juara grup berkat dua kemenangan dan satu hasil imbang. Stabilitas permainan membuat Senegal digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Afrika 2025.
Pada babak 16 besar, Senegal kembali menunjukkan kualitasnya. Menghadapi Sudan, mereka sempat tertinggal lebih dulu. Namun, respons cepat membuat Senegal membalikkan keadaan sebelum turun minum. Permainan agresif dan efektif akhirnya mengantar Senegal meraih kemenangan 3-1 dan memastikan tempat di perempat final.
Pelatih Pape Thiaw kini membawa timnya dengan modal statistik yang impresif. Senegal tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan terakhir di Piala Afrika jika dihitung di waktu normal, dengan catatan 10 kemenangan dan lima hasil imbang. Rekor tersebut menjadi bukti konsistensi sekaligus kekuatan mental yang dimiliki Singa Teranga.
Baca Juga
Tak hanya itu, Senegal juga unggul dalam rekor pertemuan. Mereka belum terkalahkan dalam 10 laga terakhir melawan Mali. Catatan ini tentu menambah motivasi bagi Sadio Mane dan kawan-kawan untuk mempertahankan dominasi sekaligus melangkah lebih dekat ke target juara.
Senegal sendiri memiliki ambisi besar di Piala Afrika 2025. Setelah tersingkir secara dramatis di babak 16 besar edisi sebelumnya usai kalah adu penalti dari tuan rumah Pantai Gading, Senegal bertekad bangkit. Target mereka jelas, yakni merebut gelar juara Afrika untuk kedua kalinya dan mengukuhkan status sebagai kekuatan utama benua hitam.
Melihat rekor pertemuan terakhir, Senegal memang lebih dominan.
Dalam lima duel terakhir, Senegal mencatat empat kemenangan dan satu hasil imbang. Kemenangan terakhir Mali atas Senegal terjadi lebih dari satu dekade lalu, sehingga laga ini menjadi kesempatan bagi Les Aigles untuk mematahkan dominasi tersebut.
Secara taktik, Mali diprediksi tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan keseimbangan di lini tengah. Sementara itu, Senegal kemungkinan besar tetap setia pada skema 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan sayap dan kekuatan fisik di lini depan.