Head to Head AS Roma vs Torino: Misi Gasperini Hapus Kutukan 18 Tahun Giallorossi

sport.fin.co.id - 13/01/2026, 10:29 WIB

Head to Head AS Roma vs Torino: Misi Gasperini Hapus Kutukan 18 Tahun Giallorossi

Head to Head Roma vs Torino: Misi Gasperini Hapus Kutukan 18 Tahun Giallorossi

fin.co.id - Stadion Olimpico akan menjadi saksi bisu pertarungan sengit babak 16 besar Coppa Italia musim 2025-2026. Tuan rumah AS Roma dijadwalkan menjamu Torino pada Rabu 14 Januari 2026 pukul 03.00 WIB.

Laga AS Roma vs Torino bukan sekadar babak gugur biasa, melainkan panggung pembuktian bagi kedua tim yang sedang meraih trofi di Coppa Italia.

Bagi AS Roma, Coppa Italia musim ini membawa beban sejarah yang cukup berat. Pasalnya, klub berjuluk Giallorossi tersebut sudah menantikan trofi Coppa Italia selama hampir 18 tahun lamanya. Sejak terakhir kali berpesta pada 2008, prestasi mereka di ajang domestik ini justru merosot tajam.

Harapan besar kini tertumpu pada pundak Gian Piero Gasperini. Sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari nahkoda sebelumnya, Gasperini berhasil menyuntikkan filosofi permainan yang lebih agresif dan terorganisir. AS Roma memasuki laga ini dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan dua kemenangan beruntun di Serie A, yakni menumbangkan Lecce dan Sassuolo dengan skor identik 2-0.

Kemenangan atas Sassuolo di laga terakhir memperlihatkan betapa efektifnya serangan Roma saat ini. Matias Soule tampil sebagai bintang lapangan lewat torehan satu gol dan satu assist. Selain tajam di lini depan, lini belakang Roma juga menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan mencatatkan clean sheet berturut-turut. Konsistensi ini menjadi modal berharga bagi Gasperini untuk mengakhiri periode sulit yang sempat menghantui Roma di akhir tahun 2025.

Statistik menunjukkan bahwa Roma memiliki rekor yang kontras antara kompetisi domestik dan Eropa. Meski mampu menembus dua final UEFA dalam beberapa tahun terakhir, Roma selalu terhenti sebelum babak semifinal Coppa Italia sejak tahun 2017. Gasperini tentu tidak ingin catatan merah tersebut berlanjut tahun ini.

Torino dan Memori Manis di Olimpico

Di sisi lain, Torino datang ke ibu kota dengan membawa kejutan psikologis. Anak asuh Marco Baroni ini menyimpan memori manis saat berhasil mempermalukan Roma di Olimpico pada September lalu lewat gol tunggal Giovanni Simeone. Kemenangan langka di kandang lawan tersebut menjadi bahan bakar semangat bagi para penggawa Il Toro.

Namun, Torino tidak dalam kondisi yang sepenuhnya ideal. Mereka saat ini masih tertahan di papan tengah klasemen Serie A akibat performa yang naik-turun. Kekalahan 0-2 dari Atalanta di laga liga terakhir mengonfirmasi adanya masalah serius di lini pertahanan mereka. Hingga pekan ke-20 Serie A, gawang Torino sudah kebobolan 32 kali, sebuah angka yang sangat mengkhawatirkan bagi tim yang ingin bersaing di level tertinggi.

Meskipun pertahanan mereka rapuh di liga, Torino menunjukkan wajah yang berbeda di Coppa Italia. Mereka tampil sangat efektif dengan menyingkirkan Modena dan Pisa lewat skor tipis 1-0. Baroni tampaknya menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih pragmatis dalam format turnamen seperti ini.

Badai Cedera dan Strategi Rotasi

Laga ini juga menjadi ujian kedalaman skuad bagi kedua pelatih. AS Roma masih harus bermain tanpa penyerang andalan Artem Dovbyk yang masih dibekap cedera. Selain Dovbyk, nama-nama besar seperti Leon Bailey dan kapten Lorenzo Pellegrini juga dipastikan absen. Gasperini kemungkinan besar akan mengandalkan Bryan Cristante di lini tengah untuk menjaga keseimbangan. Kabar baiknya, Evan Ndicka berpotensi kembali memperkuat tim setelah tugasnya di Piala Afrika (AFCON) berakhir, meski statusnya masih akan dipantau hingga menit terakhir.

Torino pun tidak kalah pusing dengan daftar absen. Marco Baroni kehilangan pilar penting seperti Ivan Ilic, Marcus Pedersen, dan Perr Schuurs karena masalah medis. Adam Masina juga masih membela Maroko di ajang internasional. Namun, kembalinya Cesare Casadei memberikan sedikit angin segar bagi lini tengah Torino untuk mencoba mengimbangi dominasi Roma.

Pertandingan ini merupakan pembuka dari duel "kembar" antara kedua tim. Setelah bentrok di Coppa Italia, Roma dan Torino akan kembali bertemu di ajang Serie A dalam rentang waktu hanya lima hari saja. Siapa pun yang berhasil memenangkan laga di Olimpico nanti, dipastikan akan memiliki keunggulan mental yang signifikan untuk pertemuan selanjutnya.

Gasperini diprediksi akan menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan sejak menit awal guna menghindari drama adu penalti. Sementara itu, Torino kemungkinan besar akan menunggu dan memanfaatkan serangan balik cepat melalui Simeone, sosok yang pernah memberikan luka bagi publik Olimpico awal musim ini.

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.