fin.co.id - Pisa akan menghadapi tantangan besar saat menjamu Atalanta BC dalam lanjutan Serie A yang digelar di Arena Garibaldi - Stadio Romeo Anconetani, Sabtu, 17 Januari 2026, pukul 02.45 WIB.
Laga antara Pisa vs Atalanta ini akan mempertemukan dua tim dengan kondisi yang sangat bertolak belakang di klasemen.
Atalanta datang ke Toscana dengan target jelas: melanjutkan tren kemenangan dan mengamankan poin penuh demi menjaga peluang menembus zona Eropa.
Sebaliknya, Pisa masih bergelut di papan bawah dan membutuhkan hasil positif untuk menjauh dari jerat degradasi.
Atalanta Tampil Semakin Meyakinkan
Kepercayaan diri Atalanta berada di level tinggi setelah kemenangan penting atas Torino pada pekan sebelumnya. Charles De Ketelaere akhirnya memecah kebuntuan golnya di Serie A, sementara Mario Pasalic memastikan kemenangan melalui skema serangan balik di menit-menit akhir.
Raihan tiga kemenangan beruntun di liga, yang pertama bagi mereka musim ini, mengantarkan La Dea naik ke peringkat ketujuh klasemen. Performa tersebut menjadi bukti nyata peningkatan sejak Raffaele Palladino menukangi tim.
Baca Juga
Sejak awal Desember, Atalanta hanya sekali menelan kekalahan, yakni saat berjumpa Inter Milan. Selebihnya, mereka mampu menaklukkan sejumlah lawan tangguh seperti Bologna, Cagliari, Genoa, AS Roma, hingga Chelsea di kompetisi lain.
Konsistensi ini turut didukung oleh pertahanan yang semakin solid, dengan hanya satu gol kebobolan dalam lima laga terakhir Serie A.
Dengan modal tersebut, Atalanta layak difavoritkan, apalagi mereka akan bertandang ke markas tim dengan catatan kandang terburuk di liga musim ini.
Pisa Tertekan oleh Performa Kandang
Pisa sejatinya sempat memberi kejutan pada pertemuan pertama musim ini dengan menahan imbang Atalanta 1-1. Hasil itu kala itu memunculkan optimisme bahwa tim promosi asal Toscana mampu bersaing di level tertinggi.
Baca Juga
Namun, memasuki paruh kedua musim, situasi belum banyak berubah. Pisa masih terjebak di zona degradasi dan tertinggal empat poin dari batas aman. Hingga kini, mereka baru mengoleksi satu kemenangan.
Pekan lalu, Pisa kembali gagal meraih tiga poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Udinese. Henrik Meister dan Matteo Tramoni menjadi pencetak gol, tetapi hasil tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan menjadi sembilan pertandingan.
Yang paling mengkhawatirkan adalah performa kandang mereka. Meski relatif kompetitif saat bermain tandang, Pisa justru tampil sangat tumpul di hadapan pendukung sendiri, hanya mengumpulkan enam poin dan mencetak satu gol. Jika ingin bertahan di Serie A, kebangkitan di kandang menjadi keharusan.